TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH
MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
“Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan”

Dosen Pengampu:
Nur Kolis, M.Ag., PH.D.
Disusun oleh:
Mualifah Khoirunnisa
502210026
MPI B1
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2021
A. Perilaku Organisasi dan Dinamika Kepemimpinan Pendidikan
1. Tipe Kepemimpinan
a. Demokratis : Pemimpin gaya ini melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan. Juga mengedepankan kerja sama dengan anggotanya dalam berbagai hal.[1]
b. Otoriter : Pemimpin yang memusatkan pengambilan keputusan kepada dirinya dan tidak melibatkan anggota. Pemimpin mengambil kekuasaan penuh akan pengambilan keputusan, dan anggota sebagai pelaksana.[2]
c. Bebas/Permisif : Pemimpin yang tidak mempunyai pendirian kuat, dan sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada anggota, sehingga cenderung tidak konsisten.[3]
d. Otokratif : Pemimpin kurang percaya terhadap anggotanya, sehingga setiap kesalahan yang dilakukan oleh anggota kurang ditolerin oleh pemimpin.[4]
2. Sifat Kepemimpinan
a. Rendah hati dan sederhana
Seorang pemimpin sebaiknya menanamkan sikap tawadu’ dalam dirinya. Sikap tawadu’ dan rendah hati seorang pemimpin ini dapat diwujudkan dengan mau mendengarkan bawahannya, tidak segan untuk bertanya kepada anggotanya, dan sebaginya.
b. Bersifat suka menolong
Seorang pemimpin sebaiknya menjadi orang yang ringan tangan, mau membantu dan menolong anggotanya tanpa diminta.
c. Sabar dan memiliki kestabilan emosi
Maka sebagai pemimpin sebaiknya memiliki kesabaran dan kestabilan emosi dalam menghadapi anggota-anggotanya yang kadang tidak sesuai dengan kemauan pemimpin.
d. Percaya diri
Pemimpin harus memiliki sifat percaya diri, percaya bahwa dirinya mampu memimpin Pemimpin juga harus percaya bahwa ia mendapat kepercayaan dari anggota-anggotanya. Sikap percaya diri seorang pemimpin akan memberi pengaruh posifi kepada anggota organisasi.
e. Jujur, adil dan dapat dipercaya
Pemimpin harus bersikap terbuka dan jujur,agar segala seauatu dapat dibicarakan. Selain itu pemimpin harus berusaha berbuat adil kepada semuanya.
f. Keahlian dalam jabatan
Seorang pemimpin harus memiliki ilmu dan pengetahuan tentang kepemimpinan. Selain itu juga memiliki kapasitas keilmuan tentang organisasi yang dipimpinnya.[5]
3. Peran Pemimpin
a. Instruksif : pemimpin memberi perintah, mengarahkan cara kerja dan sebagainya.
b. Konsultatif: merupakan bentuk komunikasi dua arah antara pemimpin dan anggotanya.
c. Partisipasi: pemimpin berusaha untuk melibatkan seluruh anggotanya dalam kegiatan.
d. Delegasi: pemimpin memberikan wewenang kepada anggota yang dipilih.
e. Pengendalian : pemimpin mengatur dan mengendalikan seluruh anggotanya.[6]
B. Profil Pimpinan MI Muhammadiyah Dolopo
MI Muhammadiyah Dolopo adalah lembaga pendidikan swasta yang setara dengan jenjang SD. MI Muhammadoyah Dolopo berlokasi di Jl. Raya Dolopo No. 838 Madiun, Jawa Timur, Indonesia. Sekolah mendapat status akreditasi A ini, melaksanakan pembelajaran dari pukul 07.00-14.00 WIB. Dengan sistem sekolah fullday bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6. Dan pembelajaran pukul 07.00 – 12.00 bagi siswa kelas 1 dan kelas 2. MIS Muhammadiyah Dolopo yang saat ini memiliki 729 siswa, 18 guru, terbagi dalam 13 kelas, dengan 301 mata pelajaran dan 8 jenis kegiatan ekstrakulikuler. Sekolah yang telah mengalami pergantian kepala madrasah sebanyak 5 kali semenjak berdirinya di tahun 1964.
Lembaga pendidikan swasta yang berdiri pada tanggal 1 Januari ini berdiri dengan latar belakang dibutuhkannya pendidikan agama untuk menghindari ancaman atheis yang dibawa oleh partai komunis di wilayah Dolopo. Maka dirintislah MIS Muhammadiyah Dolopo oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah Abdullah yang menjadi kepala madrasah pertama MI Muhammadiyah Dolopo. Setelah 4 tahun menjabat sebagai kepala madrasah, tahun 1968-1976 amanah kepala madrasah diberikan kepapa Masduqi. Setelah kepemimpinan Bpk. Masduqi MI Muhammadiyah Dolopo dipimpin oleh M. Qodar Yasin selama kurang lebih 13 tahun, yaitu sejak 1977-1990. Setelah itu madrasah dipimpin oleh Hj. Siti Sulijah , dengan masa jabatan terlama diantara yang lainnya, yaitu sejak 1991 sampai 2008. Setelah itu digantikan oleh Musli Suparmin,S.Pd yang hanya menjabat 1 tahun.
Dan kini sekolah yang telah berumur kurang lebih 57 tahun ini dipimpin oleh seorang kepala madrasah. Yaitu Bapak Supriyono yang lahir di Magetan 05 Juni 1980. Yang saat ini berusia sekitar 41 tahun. Bapak Supriyono, S.Pd menjabat kepala madrasah semenjak tahun 2019 menggantikan kepala madrasah sebelumnya, yaitu Bpk. Musli Suparmin. Bapak Supriyono menjabat sebagai kepala madrasah MIS Muhammadiyah Dolopo di usianya yang ke 55 tahun. Sebelum menjabat sebagai kepala madrasah, beliau adalah salah satu guru senior di MIS Muhammadiyah Dolopo. Beliau dipilih sebagai kepala madrasah karena merupakan salah satu guru senior yang dianggap pantas untuk memimpin madrasah.
Bpk. Supriyono mendapat gelar sarjana pendidikan setelah menempuh program pendidikan strata 1 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Bapak dari 3 orang putri ini tinggal di Desa Kenongo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Beliau menikah dengan Bu Eva sekitar 12 tahun yang lalu. Saat ini putri sulungnya duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah dan putri keduanya duduk di bangku kelas 6 MIS Muhammadiyah Dolopo.
C. Tipe Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Dolopo
Kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo memiliki tipe kepemimpinan otoriter. Yang semua keputusan terkait kegiatan di lembaga sekolah ada di tangannya. Dan guru serta karyawan sekolah adalah pelaksananya. Meskipun kepala madrasah sebelum mengambil keputusan melakukan musyawarah dengan seluruh guru dan karyawan, namun keputusan akhir ditentukan oleh kepala madrasah dan tidak bisa diganggu gugat.
Dibeberapa kesempatan kepala madrasah melakukan musyawarah hanya untuk mendapat persetujuan anggota sekolah lainnya terhadap suatu keputusan. Secara tidak langsung seluruh anggota sekolah dituntut untuk mendukung semua keputusan yang telah kepala madrasah tetapkan. Meskipun kepala madrasah membuka kesempatan kepada seluruh anggotanya untuk memberi usulan, namun acap kali usulan tersebut diabaikan.
Kepala madrasah MIS Muhammadiyah Dolopo memilih untuk melakukan sebuah kegiatan secara mandiri apabila anggota sekolah tidak setuju dan enggan untuk melakukan kegiatan tersebut. Kepala madrasah tidak segan untuk turun tangan demi mencapai tujuan kegiatan tertentu. Ini menunjukkan minimnya partisipasi anggota sekolah dalam menentukan kebijikan sekolah.
Dilihat dari paparan di atas sebenarnya kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo memiliki tipe demokratis yang diwujudkan dengan kegiatan musyawarah dalam menentukan sebuah kebijakan sekolah. Namun dalam praktiknya lebih dominan pada tipe otoriter. Yang dibuktikan dengan kepemilikan keputusan mutlak seorang pemimpin tanpa dapat diganggu gugat. Sehingga sering kali anggota sekolah merasa terpaksa atau keberatan terhadap keputusan yang kepala madrasah ambil namun tidak dapat berbuat apa-apa.
D. Sifat Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Dolopo
Kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo merupakan pemimpin dengan sifat yang baik juga rendah hati. Hal tersebut dibuktikan dengan sikapnya yang selalu mendengarkan pendapat bawahannya, bahkan menerima kritik, saran dan masukan yang kadang diberikan oleh bawahannya. Karena sifatnya yang rendah hati dan menerima kritk dan sarandari semua orang menjadikan kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo pribadi yang selalu memperbaiki diri.
Dari beberapa kejadian menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang sabar dan mampu meregulasi emosinya dengan baik. Ini terbukti dari bijaknya beliau saat menghadapi kesalahan atau kekurangan dari bawahannya. Beliau bukanlah seseorang yang mudah marah terhadap suatu hal. Pada beberapa kesempatan beliau lebih memilih melakukan evaluasi terhadap anggotanya dan bukan memarahi, bila anggota melakukan kesalahan.
Kepala MI Muhammadiyah Dolopo yang dikenal ringan tangan ini kerap melakukan sesuatu seorang diri. Ini membuat kepala madrasah kurang berwibawa. Selain itu kepala madrasah yang baik hati juga penuh empati ini sangat jarang memarahi anggotanya bila ada salah. Maka kepala madrasah terkesan kurang tegas dalam menindak anggotanya yang salah.
Meskipun begitu kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo merupakan orang yang mudah bergaul, mudah membangun relasi, dan terkesan akrab kepada semua orang. Sifat ramah yang dimiliki oleh kepala madrasah ini yang selalu berusaha ia tularkan kepapa anggotanya yang lain. Ramah, santun, dan sopan menjadi ciri khas kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo.
E. Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Dolopo
Kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo telah melaksanakan peran kepemimpinannya dengan baik. Kepala madrasah berperan sebagai instruktur yang memberi perintah kepada bawahannya, sebagai konsultan yang memberikan masukan kepada masalah yang dihadapi sekolah, sebagai partisipan dalam berbagai kegiatan sekolah, dan juga mendelegasikan anggotanya dalam berbagai hal di sekolah.
Dalam peran instruksif kepala madrasah MI Muhammadiyah yang cenderung otoriter ini banyak menuntut dan memaksa anggotanya untuk melaksanakan beberapa kegiatan sekolah yang dirasa perlu dilakukan. Tuntutan dan paksaan yang mungkin diterima oleh guru dan karyawan sekolah tidak lain untuk kebaikan semua. Justru dari tuntutan dan paksaan seluruh anggota sekolah dapat berkembang dengan baik.
Dalam peran konsultatif, kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo secara aktiv melakukan komunikasi dua arah. Baik dengan anggota sekolah maupun dengan wali murid sebagai pelanggan sekolah. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi dari berbagai permasalah yang dihadapi sekolah. Selain itu peran konsultas seorang kepala madrasah dimanfaatkan untuk mengetahui keinginan wali murid terhadap sekolah dan bagaimana sekolah memenuhi keinginan tersebut.
Kepala madrasah juga menjalankan peran partisipasi dalam kepemimpinannya. Keterlibatan kepala madrasah dalam kegiatan belajar mengajar di ruang kelas menjadikan kepala madrasah lebih luas melihat kondisi lapangan. Selain itu kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo juga aktif membuat grup yang berisi wali murid untuk melakukan pemantauan terhadap proses kegiatan mengajar yang dilakukan oelh guru. Grup wali murid yang dipegang oleh kepala madrasah tersebut juga dimanfaatkan untuk mengetahui harapan dan keinginan wali murid terhadap siswa. Sehingga dengan itu menjadikan lembaga madrasah lebih mampu mengiuti perkembangan jaman
Kepala madrasah juga sering mendelegasikan angota sekolahnya untuk suatu tanggaung jawab tertentu. Biasanya kepalamadrasah memberikan wewenang kepada beberapa orang guru untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu kegaitan sekolah. Peran pendelegasian ini dilaksanakan dengan baik oleh kepala madrasah, sehingga seluruh anggota sekolah memiliki tanggung jawab dan rasa kepemilikan terhadap ssekolah.
Selain beberapa peran pemimpin madrasah di atas, tidak lupa peran pentng seorang pemimpin adalah melakukan pematauan, pengawasan dan pengendalian. Memantau seluruh kegiatan dan sumber daya sekolah, memastikan bahwa seluruh sumber daya sekolah dapat dimantaakan dengan sebaik-baiknya, mengawasi berjalannya suatu kegiatan, dan mengevaluasi.
F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Dolopo
Lingukungan yang menuntut perkembangan pendidikan menjadikan kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikannya agar mampu bertahan di masyarakat. Persaingan ketat antar sekolah di wilayah Dolopo Madiun menuntut tiap sekolah memberikan keunggulan sendiri-sendiri. Dan ini yang menjadikan kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo kadang kala bersifat otoriter.
Selain itu kondisi guru yang sulit menerima perubahan dan tidak mau berkembang ini semakin menjadikan kepala madrasah seseorang yang otoriter. Dengan kuasa kepala madrasah, beliau bebas memilih, menentukan, dan mengatur seluruh anggota dan kegiatan di madrasah. Sehingga paksaan dan tuntutan yang diberikan kepala madrasah pada tiap anggotanya membuat anggota madrasah, guru, dan karyaan berkembang dan bertumbuh menjadi lebih baik.
Perubahan dalam pendidikan membuat beberapa guru yang berusia lanjut kesulitan untuk mengikuti. Maka di sini peran kepala sekolah sebagai orang yang memberikan pelatihan kepada anggtanya dibuktikan. Kepala madrasah MI Muhammadyiah Dolopo kerap membantu dan mengadakan pelatian untuk meninkatkan kualitas guru. Beliau juga dengan rendah hati membagikan ilmu yang dimilikinya kepada guru lainnya. Bahkan beliau dengan kemurahan hatinya selalu menghargai usaha guru meskipun di bawah standar yang telah ditetepkan. Guru yang merasa nyaman di zonanya dan tidak mau melakukan perubahan.
Kurangnya motivasi guru dan karyawan sekolah dalam beberapa kegiatan menuntut kepalamadrasah memberikan motivasi. Maka yang dilakukan kepala madrasah adalah turun tangan secara langsung pada suatu kegiatan. Tujuannya guru-guru yang kurang bersemangattersebut menjadi lebih termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan suatu kegiatan sekolah. Dan itu terbukti saat sebaian guru kurang bersemangat melakukan kegiatan sekolah, lalu kepala marasah membantu dan turun tangan semua guru terlihat lebih semangat dan efektif dalam melaksanakan kegiatan sekolah.
Dari uraian di atas hal yang paling berpengaruh pada perilaku kepala madrasah adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang menuntut persaingan kualitas madrasah, lingkungan guru yang sulit menerima perubahan dan perkembangan pendidikan, dan lingkungan anggota sekolah yang kurang mendukung kegiatan sekolah.
DAFTAR RUJUKAN
Danim, Sudarwan, Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas Kelompok (Jakarta: Rineka Cipta, 2004)
Ngalim, Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis, ed. by Remaja Rosdakarya (Bandung, 2007)
Rivai, Veithzal, Manajamen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan (Jakarta: Grafindo, 2004)
———, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010)
Thoha, Miftah, Pembinaan Organisasi, Proses Dianosa Dan Intervensi, Manajemen Kepemimpinan (Yogyakarta: Gava Media, 2010)
[1] Veithzal Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010).
[2] Miftah Thoha, Pembinaan Organisasi, Proses Dianosa Dan Intervensi, Manajemen Kepemimpinan (Yogyakarta: Gava Media, 2010). 50
[3] Sudarwan Danim, Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas Kelompok (Jakarta: Rineka Cipta, 2004). 75
[4] Veithzal Rivai, Manajamen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan (Jakarta: Grafindo, 2004). 78
[5] Purwanto Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis, ed. by Remaja Rosdakarya (Bandung, 2007). 55
[6] Rivai, Manajamen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. 50
Komentar
Posting Komentar