MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF (TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)

 MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF
(TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)
 
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
“Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan Islam”















Dosen Pengampu:
Nur Kolis, M.Ag., Ph.D

Disusun oleh:
Niken Nur’azizah
502210028

MPI B1
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
SEPTEMBER 2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organisasi merupakan unsur yang sangat penting dalam
masyarakat modern baik di sektor publik (negara) maupun di sektor
swasta. Dalam masyarakat modern seperti Indonesia, masa kini
dikenal berbagai macam organisasi seperti rumah sakit, sekolah,
universitas, yayasan, badan usaha milik negara dan kantor-kantor
pemerintah. Dalam administrasi negara, organisasi merupakan
unsur yang utama karena menyangkut kerja sama antara orangorang
yang
terlibat
dalam
kegiatan
yang
saling
berhubungan
untuk

mencapai
tujuan-tujuan
publik
seperti
pembangunan
dan
pelayanan

masyarakat.

Dalam mengambil langkah untuk mencapai tujuan yang
1
dimiliki oleh organisasi, sangat memungkinkan bilamana
sekelompok orang dalam organisasi tersebut secara efektif
mengkoordinasikan aktivitas kolektif mereka dan mencapai tujuan.
Bila membicarakan efektivitas organisasi, maka akan berhadapan
dengan nilai-nilai atau cara-cara yang seharusnya ditempuh oleh
organisasi agar dapat mencapai tujuannya secara efektif dan
optimal.
 Keefektifan organisasi sangat dibutuhkan dalam mencapai
tujuan organisasi secara optimal. Tanpa adanya organisasi yang
efektif, cita-cita suatu organisasi akan sulit untuk digapai.
Akan tetapi pada realitanya, saat ini masih banyak organisasi
dalam perusahaan maupun lembaga yang berdiri alakadarnya tanpa
mempertimbangkan aspek-aspek di dalamnya yang dapat
memudahkan untuk mencapai tujuannya. Banyak organisasi yang
2
 
1
 Devi Yulianti dan Dedy Hermawan, “Desain Struktur Organisasi Efektif untuk Mencapai
Tujuan Organisasi Publik (Studi pada PT. Perkebunan Nusantara VII Lampung)”, Spirit Publik, Vol.
10, No. 1, April 2015, 94.
2
 Semuil Tjiharjadi, “Pentingnya Posisi Budaya dan Efektivitas Organisasi dalam
Kompetisi di Masa Depan”, Jurnal Manajemen, Vol. 6, No. 2, Mei 2007, 1.
tidak efektif untuk digunakan sebagai sarana pencapaian tujuan,
baik di lingkup perusahaan maupun lembaga-lembaga formal seperti
pendidikan.
Melihat fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita,
memberikan dorongan bagi penulis untuk mengangkat pembahasan
tentang “Menciptakan Organisasi yang Efektif (Teori dan Aplikasinya
di Madrasah/Sekolah”.
 
B. Tujuan
Penulisan makalah kali ini bertujuan untuk memberikan
pengetahuan kepada para pembaca terutama bagi organisator,
manager, serta tenaga pendidik agar dapat menambah wawasannya
mengenai organisasi yang efektif digunakan dalam lembaga mereka.
Selain itu, tulisan ini bertujuan untuk membantu memudahkan
pembaca untuk memahami efektivitas organisasi.
 
C. Manfaat
Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh
kalangan pembaca, terutama organisator, manager, serta tenaga
pendidik dalam menciptakan organisasi yang efektif. Sehingga
mereka akan dengan mudah membawa organisasinya dalam
mencapai tujuan yang diinginkan.
 
D. Pertanyaan Kajian
Dalam kajian ini akan dibahas beberapa hal mengenai
efektivitas organisasi, diantaranya:
1. Bagaimana bentuk organisasi yang efektif?
2. Bagaimana efektivitas organisasi di sekolah/madrasah?
 
 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Efektivitas Organisasi
Menurut Arni Muhammad, Organisasi adalah suatu koordinasi
rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan
umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki
otoritas dan tanggung jawab. Terbentuknya suatu organisasi berasal
dari adanya suatu usaha yang memerlukan usaha lebih dari satu
orang untuk dapat menyelesaikannya. Setiap orang dalam suatu
organisasi akan memiliki sifat yang berbeda-beda, sehingga untuk
mencapai tujuan yang sama mereka harus saling berkoordinasi dan
saling bergantung satu sama lain.

Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan
3
(entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah
Batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar
relatif, terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tujuan. Tujuan tersebut akan tercapai apabila memiliki
sumber daya yang cukup, baik dari segi sumber daya manusia, alam,
keuangan, serta informasi. Selain itu juga perlu adanya
pengorganisasian yang tercermin dalam sebuah struktur organisasi.
 
Organisasi dapat dipahami sebagai entitas sosial. Hal
4
tersebut sesuai dengan pendapat Daft yang menyatakan bahwa
organisasi merupakan entitas sosial yang diatur oleh tujuan, didesain
secara sengaja berupa sistem aktivitas yang terstruktur dan
terkoordinasi, dan berhubungan dengan lingkungan eksternalnya.
5
 
 
3
 Jirre Victori Manopo, “Peran Komunikasi Organisasi dalam Membentuk Efektivitas
Kerja Karyawan CV. Magnum Sign and Print Advertising Samarinda”, eJurnal Ilmu Komunikasi,
Volume 2, Nomor 3, 2014, 359.
4
 Devi Yulianti dan Dedy Hermawan, “Desain Struktur Organisasi .....”, 94.
5
 Donni Juni Priansa dan Sonny Suntani Sentiana, Manajemen dan Supervisi Pendidikan
(Bandung: CV Pustaka Setia, 2018), 53.
Sedangkan efektifitas pada dasarnya berasal dari kata “efek”
dan digunakan dalam istilah ini sebagai hubungan sebab akibat.
Efektivitas dapat dipandang sebagai suatu sebab dari variabel lain.
Efektivitas berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan
sebelumnya dapat tercapai atau sasaran tercapai karena adanya
proses kegiatan. Tjokroamidjojo berpendapat bahwa efektivitas
terlaksana jika sasaran dan tujuan yang ingin dicapai sebelumnya
terlaksana sesuai rencana.

Abdurahmat dalam Othenk berpendapat bahwa efektivitas
 6
adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam
jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnyya untuk
menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya.

Sedangkan Robbins dalam Tika memberikan definisi efektivitas
sebagai tingkat pencapaian organisasi dalam jangka pendek dan
jangka panjang. Maksudnya adalah efektivitas merupakan suatu
standar pengukuran untuk menggambarkan tingkat keberhasilan
suatu oraganisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
7

Apabila membicarakan efektivitas organisasi, maka di
8
dalamnya berisi tentang nilai-nilai atau cara-cara yang seharusnya
ditempuh oleh organisasi agar dapat mencapai tujuannya secara
efektif dan optimal.
 Efektifitas setiap organisasi sangat dipengaruhi
oleh perilaku manusia, karena merupakan sumber daya yang umum
bagi semua organisasi. Kinerja organisasi tergantung dari kinerja
indivisu, dan manajer/pimpinan harus mempunyau kemampuan
9
 
6
 Mariati Rahman, Ilmu Administrasi (Makassar: CV Sah Media, 2017), 39.
7
 Mariati Rahman, Ilmu Administrasi ....., 40.
8
 Mariati Rahman, Ilmu Administrasi ....., 41.
9
 Semuil Tjiharjadi, “Pentingnya Posisi .....”, 1.
lebih dari sekedar pengetahuan dalam hal penentuan kinerja
individu.
10

 
B. Faktor Efektivitas Organisasi
Sedangkan efektifitas, selama berabad-abad, ahli ekonomi,
filusuf, insinyur, jendral militer, pemimpin pemerintahan, dan manajer
telah berusaha mendefinisikan, mengukur, menganalisis, dan
menangkap inti dari efektivitas. Adam Smith menulis dalam Wealth
of Nations, dua abad lalu, bahwa efisiensi dari pekerjaan dicapai
paling mudah melalui tingkat spesialisasi yang tinggi. Masih terdapat
kebingungan mengenai bagaimana mengelola organisasi hingga
efektif. Masalah pendefinisian, identifikasi kriteria, dan menemukan
model terbaik untuk membimbing penelitian dan praktek terus
menghalangi, dan mengurangi semangat para praktisi dan peneliti.

Dalam sebuah
11
literatur menyebutkan bahwa steers
mengemukakan ada empat faktor yang mempengaruhi efektivitas
kerja. Keempat faktor tersebut yaitu:
1. Karakteristik organisasi terdiri dari struktur organisasi dan
teknologi dalam organisasi. Struktur organisasi maksudnya
adalah hubungan relatif tetap sifatnya seperti dijumpai dalam
organisasi sehubungan dengan sumber daya manusia.
Sedangkan teknologi berkaitan dengan mekanisme suatu
perusahaan untuk mengubah bahan bauk menjadi barang.
2. Lingkungan organisasi, baik di luar maupun di dalam organisasi.
Lingkungan luar misalnya   hubungan dengan masyarakat sekita,
sedangkan lingkungan dalam misalnya karyawan atau pegawai.
 
10
 Achmad Rofai, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi
pada Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Propinsi Jawa Tengah”, Tesis,
Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang, 2006, 17.
11
 John M. Ivancevich, et al. Organizational Behavior and Management, Seventh Edition,
diterjemahkan oleh Gina Gania (Jakarta: Erlangga, 2006), 21.
3. Karakteristik pekerja. Pada kenyataannya para
karyawan/pegawai perusahaan merupakan faktor yang memiliki
pengaruh penting atas ektivitas kerja, karena perilaku merekalah
yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau merintangi
tercapainya tujuan organisasi.
4. Kebijaksanaan dan praktek manajemen. Semakin rumit proses
teknologi serta semakin rumit lingkungan kerja, maka peran
manajemen dalam mengkoordinasikan tugas-tugas dalam
oerganisasi sanggat dibutuhkan untuk keberhasilan suatu
organisasi. Kebijaksanaan dan praktek manajemen dapat
memppengaruhi atau merintangi pencapaian tujuan, tergantung
bagaimana kebijaksanaan dan praktek manajemen, serta
tanggung jawab terhadap para karyawan atau organisasi.

Dalam literatur lain disebutkan juga ada empat disiplin yang
12
dapat digunakan untuk membentuk organisasi yang sehat,
diantaranya adalah:
1. Membangun dan memelihara tim kepemimpinan yang kompak.
Hal ini merupakan faktor terpenting dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Sedangkan intu dari tim kepemimpinan yang
kompak adalah kepercayaan. Tim kepemimpinan yang kompak
dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dan menciptakan
lingkungan kerja yang saling percaya bagi diri mereka sendiri.
2. Menciptakan kejelasan organisasi. Merupakan pemilihan katakata
yang
tepat
untuk
menggambarkan

misi, strategi atau nilainilai
yang
dianut
perusahaan,
serta
merupakan
perumus
konsepkonsep

dasar untuk mencapai misi, strategi dan nilai-nilai
tersebut. Hal ini juga pentin untuk membantu seluruh karyawan
untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai organisasi.
Serta membantu mereka membuat keputusan dan mengatasu
 
12
 Mariati Rahman, Ilmu Administrasi ....., 41-42.
masalah tanpa pengawasan dan nasehat secara terus menerus
dari pimpinannya. Untuk mencapai kejelasan organisasi
dibutuhkan komitmen dan keberanian dari para anggota tim
eksekutif atau pemimpin.
3. Mengkomunikasikan berulang-ulang kejelasan visi organisasi.
Terdapat tiga hal penting dalam komunikasi organisasi yang
efektif, yaitu pengulangan, pesan sederhana dan penggunaan
multi wacana. Salah satu kunci komunikasi yang sukses adalah
dengan membiasakan diri untuk menyampaikan pesan yang
sama berulang kali kepada orang yang berbeda-beda dengan
cara yang berbeda pula. Pesan yang disampaikan hendaknya
jelas dan sederhana sehingga mudah diingat dan dipahami.
4. Memperkuat kejelasan organisasi melalui sistem summber daya
manusia. Kejelasan organisasi juga membutuhkan proses dan
sistem yang melibatkan perilaku manusia. Untuk memperkuat
kejelasan organisasi dalam sistem sumber daya manusia,
setidaknya ada empat hal pokok di dalamnya, yaitu 1) kualitas
karyawan, 2) manajemen kinerja, 3) penghargaan dan
pengakuan, dan 4) pemecatan.

 
13
C. Evaluasi Efektivitas Organisasi
Efektivitas organisasi dapat dievaluasi dengan melihat dua
hal, yaitu pencapaian sasaran dan proses pelaksanaan organisasi,
yang tercermin dalam perilaku organisasi ketika berinteraksi dengan
lingkungan internal dan eksternal. Kedua pencapaian tersebut
memiliki peran yang sama-sama penting bagi organisasi, karena
pencapaian sasaran yang tidak disertai dengan proses pelaksanaan
 
13
  Sri Wiranti Setiyanti, “Empat Disiplin menjadi Organisasi yang Sehat”, Jurnal STIE
Semarang, Vol. 5, No. 1, Februari 2013, 49-52.
yang baik akan mengakibatkan usaha pencapaian tidak berlangsung
lama.
14

Sejalan dengan teori tersebut, Ivabcevich dan Matteson
dalam mengukur efektivitas organisasi menggunakan dua
pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan Sasaran Organisasi (Goal Approach)
Pendekatan ini telah lama digunakan untuk mengukur
tingkat efektivitas organisasi. Banyak yang berpendapat bahwa
organisasi dibentuk dengan tujuan untuk mencapai sasaran
sehingga untuk melihat tingkat efektivitas pelaksanaan
organisasi mereka harus menghubungkannya dengan
pencapaian saran organisasi.
Meskipun banyak perusahaan dan lembaga yang
menggunakan pendekatan ini untuk mengukur keefektifan,
pendekatan ini juga menerima kritikan, di antaranya adalah tidak
semua sasaran organisasi, sasaran departemen, dan sasaran
pekerjaan dapat diukur dengan tepat, dan sering kali ada
kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan namun hasilnya tidak
dapat diketahui dalam tahun yang sama.

2. Pendekatan Sistem (System Theory Approach)
Pendekatan sistem tidak melihat efektivitas organisasi
atas dasar hasil atau sasaran yang dicapai, melainkan dari
gambaran perilaku organisasi baik pada saat terjadi interaksi
secara internal maupun dari perilaku organisasi dalam rangka
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam pendekatan ini
ada dua peran yang harus dilakukan oleh pimpinan organisasi,
yaitu peran internal sebagai pemanajemen proses pembuatan
produk serta pengadministrasiannya agarlebih efektif, dan peran
15
 
14
 Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus Teori, Desain, Kasus dan
Penerapan untuk HR serta Organisasi yang Dinamis (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008), 59.
15
 Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus ....., 60.
eksternal sebagai pengantisipasi permintaan serta beradaptasi
dengan lingkungan usaha yang kerap berubah-ubah.

Konsep efektivitas organisasi yang bergantung pada teori
16
sistem yang berisi: 1) kriteria efektivitas harus merefleksikan
keseluruhan siklus input-proses-output, bukan hanya output saja,
dan 2) kriteria efektivitas harus merefleksikan hubungan antara
organisasi dan lingkungan luarnya.
 Sedangkan konsep efektivitas
organisasi berdasarkan waktu diantaranya adalah kualitas,
produktifitas, efisiensi, kepuasan, kemampuan beradaptasi, dan
perkembangan.
17


 
18
 
 
16
 Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus ....., 61.
17
 John M. Ivancevich, et al. Organizational ....., 23.
18
 John M. Ivancevich, et al. Organizational ....., 24-26.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Bentuk Organisasi yang Efektif
Organisasi dibentuk berdasarkan untuk mencapai suatu
tujuan/cita-cita bersama suatu perusahaan atau lembaga.
Organisasi terdiri dari sekelompok orang yang saling berkoordinasi
untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi tidak akan mencapai
tujuannya jika hanya mengandalkan satu orang saja. Karena pada
hakikatnya, dalam organisasi diperlukan kerjasama antara satu
anggota dengan yang lainnya. Selain itu juga harus didukung dengan
keberadaan sumber daya alam, sarana dan prasarana, serta
teknologi yang mumpuni.
Sedangkan efektivitas merupakan suatu bentuk pencapaian
tujuan dari sebuah organisasi itu sendiri. Sehingga ketika suatu
organisasi telah mampu mencapai tujuannya secara optimal dan
sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, maka
organisasi tersebut baru bisa dikatakan sebagai organisasi yang
efektif.
Etzioni mengemukakan bahwa efektivitas organisasi dapat
dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha
untuk mencapai tujuan atau sasaran. Berdasarkan pendapat ini,
efektivitas merupakan suatu konsep yang sangat penting karena
mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan suatu
organisasi dalam mencapai sasarannya. Gito Sudarmo dan Mulyono
juga mengemukakan bahwa efektivitas organisasi harus mampu
menggambarkan hubungan timbal balik yang harmonis antara
organisasi dengan lingkungannya yang lebih luas. Efektivitas
organisasi juga adalah apakah suatu organisasi itu mampu bertahan
dan hidup terus dalam lingkungannya sehingga kelangsungan hidup
organisasi yang bersangkutan merupakan ukuran terakhir atau
ukuran jangka panjang mengenai efektivitas organisasi.

Lantas bagaimana bentuk organisasi yang efektif? Apa faktor
19
yang harus dipenuhi untuk menciptakan organisasi yang efektif?
Faktor yang harus dipenuhi diantaranya adalah adanya struktur
organisasi, adanya visi misi dan tujuan, adanya dukungan dari
lingkungan masyarakat, serta adanya kerjasama tim yang baik
antara pemimpin, anggota serta sumber daya manusia yang ada di
dalamnya.
 
B. Efektivitas Organisasi di Sekolah/Madrasah
Organisasi dalam bidang pendidikan memiliki sifat untuk
selalu melakukan penyesuaian agar dapat bertahan dan mencapai
tujuannya. Hal ini berarti suatu organisasi harus mampu mengajak
anggotanya untuk selalu bersikap dengan cara-cara yang
bermanfaat bagi organisasi misalnya bersikap adaptif terhadap
masalah di sekitar organisasi.

Salah satu bentuk organisasi pendidikan adalah organisasi
20
sekolah. Konsep efektivitas organisasi sekolah memiliki cangkupan
yang luas, baik faktor di luar maupun di dalam sekolah. Efektivitas
berkaitan dengan pencapaian usaha yang sesuai dengan
rencananya (doing the right things) atau rencana hasil dibandingkan
dengan realisasi hasil.

Seperti halnya pada organisasi-organisasi lain, keefektifan
21
organisasi sekolah juga diukur dari sejauh mana organisasi tersebut
telah mencapai tujuan yang telah mereka susun sebelumnya. Selain
itu efektivitas organisasi sekolah juga dipengaruhi dengan adanya
faktor dari dalam maupun luar lingkungan sekolah.
 
19
 Jirre Victori Manopo, “Peran Komunikasi ....., 364.
20
 Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus ....., 60.
21
 Donni Juni Priansa dan Sonny Suntani Sentiana, Manajemen dan ....., 55.
Sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas
organisasi, sekolah tentunya juga merupakan organisasi yang dapat
dikatakan hampir mencapai organisasi yang efektif. Pasalnya, dalam
organisasi sekolah hampir memenuhi faktor keefektifan organisasi.
Misalnya, adanya visi misi dan tujuan organisasi serta adanya
struktur organisasi. Dalam lingkup sekolah tentunya pengadaan visi
misi dan tujuan merupakan salah satu hal utama yang telah disusun
sejak awal berdirinya suatu sekolah. Kemudian mengenai struktur
organisasi, yangmana setiap sekolah dalam pengorganisasian
sumber daya manusianya telah terbentuk dan terstruktur. Mulai dari
pengawas sekolah, kepala sekolah, pendidik, tenaga administrasi,
waka kurikulum, komite sekolah, hingga pada peserta didik beserta
walinya. Hal tersebut merupakan beberapa bukti bahwasanya
sekolah merupakan salah satu organisasi yang hampir mencapai
posisi organisasi yang efektif. Keberhasilan tersebut  apabila dilihat
dari pendekatan sistemnya. Yangmana pendekatan sistem tidak
melihat efektivitas organisasi atas dasar hasil atau sasaran yang
dicapai, melainkan dari gambaran perilaku organisasi baik pada saat
terjadi interaksi secara internal maupun dari perilaku organisasi
dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Apabila menilai keberhasilan organisasi sekolah melalui
 22
pendekatan sasaran organisasi, maka yang harus dilihat adalah
pada aspek output atau lulusan dari sekolah tersebut. Apakah
lulusan yang dihasilkan sudah sesuai dengan yang diinginkan
sekolah dan masyarakat atau masih belum optimal. Hal tersebut bisa
diukur melalui pembandingan dengan visi misi dan tujuan yang telah
dibuat.
Selain kedua pendekatan tersebut, pendekatan sasaran
organisasi dan sistem organisasi, Robbins mengungkapkan ada
 
22
 Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus ....., 61.
empat pendekatan. Dua diantaranya sama seperti yang disebutkan
teori lain. Dan dua yang lain adalah pendekatan KonstituensiStrategis
dan
pendekatan
Nilai
Bersaing.
Pendekatan
KonstituensiStrategis

merupakan pendekatan yang menekankan pada
pemenuhan tuntutan konstituensi di lingkungan yang memerlukan
dukungan yang terus-menerus bagi kelangsungan hidup. Sekolah
yang efektif adalah sekolah yang mampu mengadopsi dan
memenuhi berbagai tuntutan yang muncul dari tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Sedangkan Pendekatan
Nilai Bersaing merupakan penyatuan dari pendekatan sasaran
organisasi, pendekatan sistem, dan pendekatan konstituensistrategis

yang didasarkan atas kelompok nilai yang dipilih
berdasarkan daur hidup di tempat organisasi itu berada. Sekolah
yang efektiif adalah yang mampu mengolaborasikan dirinya secara
sinergis dengan mempertimbangkan berbagai tujuan yang ingin
dicapai, sistem yang akan dibangun, serta konstituensi-strategis
yang diimplementasikan.

Pada dasarnya organisasi yang efektif bilamana
23
diimplementasikan terhadap sekolah/madrasah merupakan suatu
lembaga pendidikan (sekolah/madrasah) yang mampu mencapai
tujuannya dengan optimal. Serta dapat memberikan kepuasan
terhadap masyarakat sekitar, terutama para orang tua peserta didik.
Sekolah/madrasah yang memiliki efektivitas organisasi bukan hanya
bagus dalam sistemnya, namun juga mampu menciptakan lulusanlulusan
yang
luar
biasa
pula.


 
 
 
23
 Donni Juni Priansa dan Sonny Suntani Sentiana, Manajemen dan ....., 56-57.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Efektivitas organisasi merupakan bentuk pencapaian suatu
organisasi terhadap tujuan yang telah ditentukan sendiri.
Efektivitas organisasi dibentuk secara terstruktur dengan
memenuhi beberapa faktor efektivitas organisasi. Diantaranya
adalah karakteristik organisasi,
lingkungan organisasi,
karakteristik pekerja, serta kebijaksanaan dan praktek
manajemen. Kemudian dievaluasi dengan beberapa pendekatan,
yaitu pendekatan sasaran organisasi dan pendekatan sistem
organisasi.
2. Efektivitas organisasi bilamana diimplementasikan dalam
sekolah/madrasah akan memberikan dampak yang luar biasa
bagi lembaganya. Efektivitas organisasi yang merupakan
pencapaian tujuan organisasi secara optimal, sangat perlu
diterapkan di sekolah/madrasah. Pasalnya, dunia pendidikan
merupakan lembaga yang mencetak penerus bangsa. Sehingga
efektivitas organisasi sangat diperlukan di dalamnya. Faktorfaktor

efektivitas organisasi
juga telah terpenuhi di
sekolah/madrasah. Begitupun dengan pendekatan evaluasinya
yang berupa pendekatan sasaran organisasi, pendekatan sistem
organisasi, ditambah lagi dengan dua pendekatan yang lebih
melengkapi, yaitu pendekatan konstituensi-strategis dan
pendekatan nilai bersaing.

B. Saran
Dari hasil kajian di atas, dapat diketahui bahwasanya
efektivitas organisasi sangat penting bagi suatu lembaga pendidikan.
Oleh karena itu alangkah baiknya jika setiap lembaga pendidikan
mulai megevaluasi kembali seberapa efektif organisasi sekolah
mereka. Sehingga nantinya dapat mencetak lulusan-lulusan yang
sesuai dengan apa yang diharapkan pihak sekolah, madrasah, dan
juga sesuai dengan perkembangan zaman.
 
 
DAFTAR RUJUKAN
 
Hutapea, Parulian dan Nurianna Thoha, Kompetensi Plus Teori, Desain,
Kasus dan Penerapan untuk HR serta Organisasi yang Dinamis.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Ivancevich, John M. et al. Organizational Behavior and Management,
Seventh Edition. diterjemahkan oleh Gina Gania. Jakarta: Erlangga,
2006.

Manopo, Jirre Victori. “Peran Komunikasi Organisasi dalam Membentuk
Efektivitas Kerja Karyawan CV. Magnum Sign and Print Advertising
Samarinda.” eJurnal Ilmu Komunikasi. Volume 2. Nomor 3, 2014.

Priansa, Donni Juni dan Sonny Suntani Sentiana. Manajemen dan
Supervisi Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2018.

Rahman, Mariati. Ilmu Administrasi. Makassar: CV Sah Media, 2017.

Rofai, Achmad. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas
Organisasi pada Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat Propinsi Jawa Tengah.” Tesis, Program Pasca Sarjana
Universitas Diponegoro Semarang, 2006.

Setiyanti, Sri Wiranti. “Empat Disiplin menjadi Organisasi yang Sehat.”
Jurnal STIE Semarang. Vol. 5. No. 1, Februari 2013.

Tjiharjadi, Semuil. “Pentingnya Posisi Budaya dan Efektivitas Organisasi
dalam Kompetisi di Masa Depan.” Jurnal Manajemen. Vol. 6. No. 2,
2007.

Yulianti, Devi dan Dedy Hermawan. “Desain Struktur Organisasi Efektif
untuk Mencapai Tujuan Organisasi Publik (Studi pada PT.
Perkebunan Nusantara VII Lampung).” Spirit Publik. Vol. 10. No. 1,
2015.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO