IMPLEMENTASI SIKAP DAN KEPUASAN KERJA DALAM ORGANISASI MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
IMPLEMENTASI SIKAP DAN KEPUASAN KERJA DALAM ORGANISASI
MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
“Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan”

Dosen Pengampu:
Nur Kolis, M.Ag., PH.D.
Disusun oleh:
Mualifah Khoirunnisa
502210026
MPI B1
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2021
A. Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja dalam Organisasi
1. Nilai
Nilai adalah
segala yang dianggap baik oleh seseorang. Nilai yang dianut
seseorang
akan mempengaruhi sikapnya. Semakin baik nilai yang dianut oleh
seseorang,
maka semakin baik pula sikap dan perilaku seseorang tersebut. Dalam
organisasi, nilai adalah hal yang penting karena nilai-nilai yang dianut
akan
mempengaruhi kinerja dari setiap anggota. Khususnya direktur, dalam
lembaga
sekolah adalah kepala sekolah harus berupaya untuk membuat iklim
lingkingan
kerja menjadi nyaman. Dan salah satu upayanya adalah dengan
mentransformasikan
nilai-nilai budaya kerja dalam lembaga.
Nilai-nilai budaya kerja pada prinsipnya terbagi menjadi
lima kelompok besar
meliputi:
a. Nilai-Nilai Sosial, yang terdiri dari : Nilai Kemanusiaan, Keamanan, Kenyamanan, Persamaan, Keselarasan, Efisiensi, Kepraktisan
b. Nilai-Nilai Demokratik yang terdiri dari : Kepentingan Individu,Kepatuhan, Aktualisasi Diri, Hak-Hak Minoritas, Kebebasan/Kemerdekaan, Ketepatan, Peningkatan.
c.
Nilai-Nilai Birokratik, yang meliputi : Kemampuan Teknik,
Spesialisasi,
Tujuan Yang Ditentukan, Tugas Dalam Tindakan, Rasional,
Stabilitas,
Tugas Terstruktur.
d.
Nilai-Nilai Profesional, termasuk : Keahlian, Wewenang
Memutuskan,
Penolakan Kepentinan Pribadi, Pengakuan Masyarakat,
Komitmen Kerja,
Kewajiban Sosial, Pengaturan Sendiri, Manfaat Bagi
Pelanggan, Disiplin
e.
Nilai-Nilai Ekonomik, yaitu :Rasional, Ilmiah, Efisiensi,
Nilai Terukur
dengan Materi, Campur Tangan Minimal, Tergantung Kekuatan
Pasar.
2. Sikap
Sikap dalam
arti yang sempit adalah pandangan atau kecenderungan
mental.
Sikap (attitude) adalah suatu kecenderungan untuk
mereaksi suatu
hal,
orang atau benda dengan suka, tidak suka atau acuh tak acuh3. Dari
pengertian
diatas dapat kita artikan bahwa sikap adalah kecenderunga
seseorang
untuk mereaksi atau menindaki suatu hal. Dan reaksi tersebut
bisa
suka, tidak suka, dan acuh.
Adapun komponen-komponen sikapadalah komponen kognisi, komponen afeksi, dan komponen konasi. Sedangkan sikap berfngsi untuk penyesuaian, pertahanan ego, fungsi ekspresi nilai, dan fungsi pengetahuan. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah faktorfisiologis, pengalaman, kerangka acuan, dan komunikasi sosial.
3. Kepuasan kerja
kepuasan kerja adalah suatu sikap positif individu terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja dapat digambarkan dengan profesionalisme seseorang dalam bekerja. Dapat dipastikan ketika seseorang yang professional dalam bekerja, ia telah mencapai kepuasan dalam ia bekerja. Lalu apa yang membuat seseorang puas dalam pekerjaannya. Ada beberapa factor yang mempengaruhinya. Ini akan kita bahas dalam sub bab factor kepuasan kerja.
Diantara faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah pekerjaan yang menantang, kepentingan terhadap pekerjaan, pekerjaan yang tidak terlalu melelahkan, imbalan yang sesuai, kondisi kerja yang kompatibel, penghargaan terhadap karyawan, dan perubahan di tempat kerja.
Kepuasan kerja sangat penting bagi sebuah organisasi. Karena kepuasan kerja akan mempengaruhi kualitas organisasi. Begitu juga pada lembaga pendidikan. Kepuasa kerja erat kaitannya dengan motivasi. Semakin tinggi motivasi seseorang untuk bekerja, akan meningkat pula kinerjanya. Peningkatan hasil kerjanya sama artinya dengan kualitas yang meningkat. Kepuasan kerja dalam lembaga pendidikan akan membentuk perilaku dan budaya organisasi di lingkungan tersebut.
B. Deskripsi Data Impelentasi Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja dalam Organisasi MI Muhammadiyah Dolopo
1. Deskripsi Data Implementasi Nilai
MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki guru dan karyawan berjumlah kurang lebih 35 orang dengan pembagian tugas yang berbeda. Maka nilai yang dianut dari setiap orangpun berbeda. Maka dari hasil wawancara nilai terhadap 30 orang guru, 1 kepala madrasah, 1 guru TU, 2 orang supir madrasah, dan 1 orang penjaga sekolah.
Didapatkan hasil bahwa dari 30 orang guru, hampir seluruhnya memiliki nilai-nilai sosial. Khususnya guru yang mendapat amanah sebagai wali kelas, maka nilai yang paling dianutnya adalah nilai-nilai sosial, seperti kemanusiaan, penghargaan, kenyamanan, toleransi, perhatian, pengertian dan lainnya. Sedangkan 17 guru lainnya sebagai guru mata pelajaran menganut nilai profesiona, seperti menguasai materi-materi pelajaran tertentu, komitmen dalam mengajar, mengutamakan tugasnya sebagai guru, dan memberi manfaat bagi semuanya baik siswa maupun sesama rekan guru.
Sedangkan nilai yang ada pada kepala madrasah MIS Muhammadiyah Dolopo adalah nilai-nilai birokratif. Seperti kemampuan dalam memimpin, mengarahkan, dan membina seluruh anggota organisasi. Mampu menentukan tujuan yang dicapai oleh organisasi. Mampu menyusun tugas yang terstruktur, rasional dan tidak mengedepankan emosi dalam menghadapi masalah. Dan cenderung stabil serta konsisten terhadap suatu keputusan yang telah ditetapkan.
Sedangkan 1 guru TU, 2 sopir, dan 1 penjaga sekolah menganut nilai-niali demokratis. Seperti mempertimbangkan kepentingan tiap individu, patuh pada perintah, aktualisasi diri, ketepatan, peningkatan, dan kebebasan. Ini terbukti dari sikapguru TU yang ringan tangan bila dimintai bantuan, juga guru TU bekerja tidak harus di jam sekolah namun bisa di luar jam sekolah yang memungkinkan baginya meakses jaringan intenet yang lancar. Sedangkan nilai demokratis yang ada pada sopir madrasah adalah menerima permintaan wali murid bila menginginkan putra-putrinya di antar jemput oleh kendaraan sekolah. Sedangkan penjaga sekolah selalu melakukan peningkatan perbaikan kebersihan dan keamanan skeolah.
Maka secara keseluruhan dari hasil data menunjukkan bahwa guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki nilai-nilai budaya kerja yang baik. Seperti sosial, demokrasi, biroktasi, profesional, dan ekonomik yang tertanam dalam diri masing-masing. Bahkan nilai yang tertanam dalam anggota tersebut dapat menjadi pendorong peningkatan mutu organsasi lembaga MIS Muhammadiyah Dolopo.
2. Deskripsi Data Implementasi Sikap
Dari hasil data menunjukkan bahwa seluruh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki sikap yang baik. Hal tersebut dibuktikan dari bagaimana guru dan karyawan memberikan reaksi yang positif terhadap berbagai hal. Mereka juga memiliki kestabilan emosi yang menjadikannya tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Sikap yang ditunjukkan oleh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo mencerminkan nilai- nilai yang dianutnya. Sikap yang ditunjukkan oleh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo didasari atas kemampuan kognitif yang matang, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berpikir logis, kepemilikan ilmu, pengalaman dan lainnya.
Selain komponen kognitif, komponen lain yang mempengaruhi sikap guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo adalah komponen afektif. Dimana seluruh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki ilmu agama yang mumpuni, memiliki pemahaman yang sama. Juga selalu berpegang kepada ajaran sunnah dan al-Qur’an.
Juga komponen konasi yang ditunjukkan dengan kemampua guru dan karyawan memberikan respon terhadap suatu hal berdasarkan pengetahuan dan perasaannya. Beberapa hal disikapi dengan mengedepankan perasaan, seperti rasa empati, simpati, cinta, kasih, sayang, tanggung jawab, penghormatan dan lainnnya.
Sikap yang dimiliki guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo ini selaian bawaan lahir, juga merupakan sikap yang terbentuk karena interaksi dengan lingkungan, dengan objek yang dihadapi, atau tujuan yang akan dituju. Beberapa sikap positif berusaha dipertahankan dan dikembangkan, sedangkan sebagian kecil sikap yang kurang baik diperbaiki. Sikapyang ditunjukkan oleh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo kadang kala dipengaruhi oleh faktor perasaan dan motivasi. Seperti saatpemberian tunjangan bagi guru yang berprestasi dan lainnya.
Dari berbagai uraian sikap yang dipaparkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki sikap yang baik dan positif. Yang sikap ini mendorong untuk bergeraknya oranisasi sekolah ke arah yang lebih baik.
3. Deskripsi Data Kepuasan Kerja
Saat dilakukan wawancara kepuasan kerja antar teman atau antar anggota MIS Muhammadiyah Dolopo didapatkan hasil bahwa, seluruh anggota MIS Muhammadiyah Dolopo merasa puas terhadap kinerja kepala marasah. Mereka merasa puas karena kepala madrasah mampu mempertahankan eksistensi madrasah di tengah persaingan dengan lembaga pendidikan lainnya. Selain itu guru dan karyawan puas terhadap penghargaan yang diberikan sekolah kepada guru dan karyawan.
Seluruh guru memberikan nilai puas terhadap kinerja guru yang lainnya. Penilaian kepuasan seorang wali kelas dilakukan oleh guru yang memiliki siswa di kelas tersebut. guru yang berperan sebagai wali murid tersebut memberikan penilaian puas terhadap kinerja wali kelas. Selain itu kepuasan terhadap wali kelas juga terlihat dari respon wali murid terhadap guru. Tidak terjadi protes yang diberikan wali murid terhadap guru. Wali murid juga merasa puas dengan sikap guru yang menerima masukan dan menghargai pendapat wali murid.
Penilaian kepuasa terhadap guru mata pelajaran dilkaukan dengan melakukan wawancara terhadap beberapa siswa. Dari hasil wawancara ditemukan hasil bawah guru mapel mampu menyampaikan materi dengan baik kepada siswa, sehingga setelah pembelajaran siswa merasa puas karena telah memeahami materi yang disampaikan oleh guru. Ini membuktikan bahwa sikap profesional guru mata pelajaran memberikan kepuasa kepada siswa.
Sedangkan penilaian terhadap TU, supir dan penjaga sekolah didapatkan hasil bahwa sebagian anggota sekolah baik guru, siswa, wali murid merasa puas terhadap kinerja mereka. Guru, siswa, dan wali murid merasa terbantu dengan kehadiran mereka. Sikap ringan tangan yang ditunjukkan oleh TU, supir dan penjaga sekolah menjadikan guru, siswa, dan wali murid merasa aman dan nyaman di sekolah. Ini yang menjadi nilai kepuasannya.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh guru dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo telah mampu memenuhi kepuasan wali murid dan juga siswa. Dari kepuasan inilah MIS Muhammadiyah Dolopo mampu bertahan di tenganhpersaingan lembaga pendidikan yang ketat. Kedepannya MIS Muhammadiyah Dolopo akan terus meningkatkan kepuasan para pelanggannya degan berbagai terobosan dan upaya.
Komentar
Posting Komentar