KONSEP DASAR PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

 

 

 

 

 

KONSEP DASAR PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

MATA KULIAH PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM,

DOSEN PENGAMPU: NUR KOLIS, M.AG., PH.D



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCA SARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2021


 

PENGANTAR

Perilaku organisasi pada hakikatnya merupakan ilmu perilaku yang dipusatkan pada perilaku atau tingkah laku manusia dalam suatu organisasi. Pada bidang pengetahuan ini terdapat dua komponen kerangka dasar yang mendukungnya yaitu individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Setiap masyarakat tidak dapat terlepas dari berorganisasi karena menurut Robert Presthus dalam Amitai Etzioni (1964:1) masyarakat kita ini adalah masyarakat organisasi.

Hal ini jelas terlihat dari kehidupan masyarakat yang serba berorganisasi, contohnya; manusia terlahir di dalam suatu organisasi, hidup dan bekerja di organisasi, dan hingga meninggal pun di dalam organisasi. Dari penjelasan di atas sudah dapat anda ketahui bahwa manusia dan organisasi adalah dua bagian yang tidak dapat dipisahkan dan apabila kedua bagian tersebut menyatu dan berinteraksi akan menghasilkan suatu perilaku organisasi yang menjadi pusat perhatian ilmu perilaku organisasi tersebut.

Kualifikasi manusia yang harus dipenuhi untuk menjalankan fungsi manajemen adalah kepemimpinan. Kepemimpinan adalah suatu teknik serta proses untuk mempengaruhi serta mengarahkan orang lain agar bisa bertindak atau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.  Dalam situs Management Study Guide, disebutkan bahwa "kepemimpinan adalah proses dimana seorang eksekutif dapat mengarahkan, membimbing, dan mempengaruhi perilaku dan pekerjaan orang lain terhadap pencapaian tujuan tertentu dalam situasi tertentu. Kepemimpinan adalah kemampuan seorang manajer untuk membujuk bawahan untuk bekerja dengan percaya diri dan semangat."

 

PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI

Kata perilaku dapat diartikan sebagai tindakan, sikap, atau tingkah laku. Sedangkan organisasi yaitu suatu entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara relatif kontinu (berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.

Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge (2008:11) menyatakan bahwa Perilaku organisasi (organizational behaviour) adalah sebuah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan kefektifan suatu organisasi.

Sedangkan Miftah Thoha (2005:5) mendefinisikan perilaku organisasi sebagai suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.

Dari kedua definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku organisasi (organizational behaviour) merupakan suatu bidang studi yang mempelajari dan menyelidiki perilaku atau tingkah laku manusia di dalam sebuah organisasi atau kelompok.

Perilaku organisasi adalah sebuah bidang studi yang mempunyai pokok ilmu pengetahuan umum yang berkaitan dengan perilaku, ilmu pengetahuan umum yang utama yaitu:

a.Psikologi (psychology)

Yaitu ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang merubah perilaku manusia dan makhluk lain. Psikologi di dalam organisasi zaman sekarang memfokuskan kontribusi-kontribusi yang telah di perluas sehingga dapat mencakup pengetahuan, presepsi, kepribadian, emosi, pelatihan, keefektifan, kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasional, kepuasan kerja, proses pembuatan keputusan, penghargaan kinerja, ukuran sikap, teknik seleksi karyawan, rancangan kerja, dan stres pekerjaan;

b.Psikologi sosial (social psichology)

Ini merupakan paduan dari psikologi dan sosiologi berfokus pada pengaruh seseorang terhadap individu lainnya;

c.Sosiologi (sociology)

Yaitu bidang ilmu yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka;

d.Antropologi (anthropolgy)

Adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka.

e.Ilmu politik

Merupakan ilmu yang mempelajari perilaku indidvidu dan kelompok dalam lingkungan politik

Kemudian perilaku organisasi juga mengajarkan tiga faktor yang menentukan perilaku dalam organisasi yaitu; organisasi, kelompok dan struktur, sehingga perilaku organisasi menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh tentang individu, kelompok, dan pengaruh dari struktur terhadap perilaku untuk membuat organisasi bekerja secara efektif.

Joe Kelly (1974:2) perilaku organisasi dapat di pahami lewat suatu penelaahan dari bagaimana organisasi itu dimulai, tumbuh dan berkemban, dan bagaimana pula struktur, proses dan nilai dari suatu sistem tumbuh bersama-sama yang memungkinkan mereka dipelajari dan disesuaikan pada lingkungan. Artinya pemahaman dari perilaku organisasi ini terdapat pada tingkah laku dari organisasi dan bagaimana perilaku anggota-anggota organisasi memengaruhi organisasi.

RUANG LINGKUP PERILAKU ORGANISASI

Kajian ruang lingkup perilaku organisasi sesungguhnya terdapat pada perilaku-perilaku individu yang terdapat pada organisasi tersebut tetapi terbatas pada dimensi internal dari organisasi tersebut. Aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur komponen atau subsistem dari perilaku organisasi antara lain:

1.Motivasi

Motivasi sangat berguna sekali bagi suatu organisasi karena di dalam motivasi terdapat suatu ajakan dan berhubungan erat dengan tujuan dari organisasi tersebut.

2.Kepemimpinan

Menurut Wahjosumidjo (1992 : 171), kepemimpinan mempunyai peranan sentral dalam kehidupan organisasi, dimana terjadi interaksi kerjasama antar dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan.

3.Konflik

Konflik merupakan suatu keadaan kesalahan komunikasi dari anggota suatu organisasi kepada anggota organisasi lain. Konflik dibagi menjadi dua macam:

1)      Konflik negatif

Konflik yang dimana orang-orang merasa dirugikan oleh adanya konflik tersebut.

2)      Konflik positif

Konflik yang berguna untuk suatu masyarakat atau kelompok yang memungkinkan ekspresi konflik yang terbuka dan memungkinkan pergeseran kekuasaan.

4.Hubungan Komunikasi

Hubungan komunikasi dalam perilaku organisasi sangatlah penting karena komunikasi yang baik akan menghasilkan kinerja organisasi yang baik pula.

5.Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

Didalam organisasi terdapat macam-macam perbedaan pendapat dan tujuan. Hal tersebut menimbulkan adanya masalah yang timbul di dalam suatu organisasi dan dari masalah ini setiap anggota di dalam suatu organisasi harus menyatukan pendapat bagaimana untuk memecahkan masalah organisasi tersebut kemudian dilakukanlah pengambilan keputusan sebagai alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut.

6.Produktivitas dan kinerja (performance)

Sumanth (1984 : 7) mengemukakan tentang tiga bentuk dasar dari produktivitas, yaitu:

a.       Produktivitas parsial (partial productivity), adalah perbandingan antaraoutput dengan salah satu input. Misalnya produktivitas tenaga kerja(perbandingan output dengan input tenaga kerja) adalah ukuran dariproduktivitas parsial.

b.      Produktivitas total faktor (total factor productivity), adalah perbandinganantara output bersih dengan jumlah dari input tenaga kerja dan modal. Output bersih diartkan sebagai total output dikurangi dengan biaya sementara yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa.

c.       Produktivitas total (total productivity), adalah perbandingan antara total output dengan keseluruhan faktor input.

 

7.Pembinaan dan pengembangan organisasi (development organizational)

Menurut Henry (1988 : 86), pengembangan organisasi tersebut dilaksanakan melalui intervensi yang penuh perhitungan atas kerja organisasi yang aktif dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku organisasi (organization behavior).

 

Manusia dan organisasi merupakan kedua unsur yang komplek, karena diantara keduanya terdapat suatu kebutuhan pemahaman teori yang didukung oleh riset yang empiris dan sangat diperlukan sebelum diterapkan dalam mengelola manusia secara efektif.

 

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

 

Kepemimpinan berasal dari kata “pimpin” yang berarti tuntun, bina atau
bimbing, dapat pula berarti menunjukan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat
pula berarti mengepalai pekerjaan atau kegiatan. Kepemimpinan dapat pula di
definisikan sebagai seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara
kepatuhan, kepercayaan, kehormatan, dan kerjasama yang bersemangat dalam
mencapai tujuan bersama.

Sedangkan menurut stephen P. Robbins “Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memepengaruhi suatu kelompok untuk pencapaian tujuan”. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, istilah pemimpin diartikan sebagai pemuka, penuntun (pemberi contoh ) atau penunjuk jalan. Jadi secara fisik pemimpin itu berada didepan. Tetapi pada hakikatnya, dimanapun tempatnya, seseorang dapat menjadi pemimpin dalam memberikan pimpinan.

Dalam Bahasa Inggris, istilah kepemimpinan disebut dengan leadership. Seiring dengan istilah tersebut, Soehardjono memaparkan istilah kepemimpinan (leadership) secara etimologis, leadership bersal dari kata “to lead” (bahasa inggris) yang artinya
memimpin, Selanjutnya timbullah kata “leader” artinya pemimpin yang akhirnya
lahir istilah leadership yang diterjemahkan menjadi kepemimpinan.

Menurut Wahjosumidjo, dalam praktek organisasi, kata “memimpin”
mengandung konotasi menggerakkan, mengarahkan, membimbing, melindungi,
membina, memberikan teladan, memberikan dorongan, memberikan bantuan, dan
sebagaimana. Anoraga mengartikan “Kepemimpinan sebagai hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela
dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang
diinginkan oleh pimpinan tersebut” Sebagai proses, kepemimpinan di fokuskan
kepada apa yang dilakukan oleh para peimpin, yaitu proses dimana para pemimpin
menggunakan pengaruhnya untuk memeperjelas tujuan organisasi bagi para
pegaawai, bahawan, atau yang dipimpinya, memotovasi mereka untuk mencapai
tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam
organisasi.

Adapun dari atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang
harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh karen itu, pemimpin dapat
didevinisikan sebagi seorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang-orang yang
dipimpinya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka.

 

Kepemimpinan sesungguhnya mencakup dua hal yaitu:

 

1.      Sebagai ilmu

Kepemimpinan bisa dipelajari dari berbagai sumber. Banyak teori-teori tentang kepemimpinan yang berkembang saat ini. Hal itu menjadikan kepemimpinan lebih komperhensif dan terumuskan dengan baik.

2.      Sebagai seni,

Banyak yang berpendapat bahwa kepemimpinan itu adalah sebuah seni. Alasannya karena kepemimpinan selalu menggunakan teknik dan proses serta memiliki unsur pembentukan. Maksudnya yaitu, kepemimpinan harus membentuk karakter dan tindakan seseorang agar bisa mewujudkan tujuan organisasi. Alasan lainnya yaitu karena kepemimpinan selalu mengandalkan keterampilan.

 

Para pakar manajemen telah banyak memberikan tentang pengertian dan
teori kepemimpinan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
efisien, hal tersebut disebabkan organisssi tidak dapat dipisahkan dengan
kepemimpinan. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang
tersebut mau bekerja sama (mengolaborasi dan mengolaborasikan potensinya)
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berhasil tidaknya suatu organisasi salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan
yang memimpin organisasi, bahkan maju mundurnya suatu organisasi sering di
identikkan dengan prilaku kepemimpinan dari pimpinanya.Dengan demikian,
pemimpin harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan organisasi atau lembaga
yang dipimpin, hal ini menempatkan posisi pemimpin yang sangat penting dalam
suatu organisasi atau pada lembaga tertentu. Sementara itu nawawi mendefinisikan
kepemimpinan sebagai kemampuan menggerakkan, memberi motivasi, dan
mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang
terarah pada pencapaian tujuan melaui keberanian mengambil keputusan tentang
kegiatan yang harus dilakukan.

 

Dalam kepemimpinan, terdapat banyak sekali faktor yang mempengaruhi. Ada faktor internal serta faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi kepemimpinan antara lain sebagai berikut:

1.      Bakat, seorang sudah terlihat memiliki bakat kepemimpinan sejak kecil.

2.      Kepribadian, ini berhubungan dengan kondisi psikologis seseorang.

3.      Intelektual, yaitu kecerdasan seseorang yang cenderung dominan dan inisiatif dalam lingkungannya.

Sedangkan yang menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi kepemimpinan antara lain sebagai berikut:

 

- Motivasi

- Inspirasi

- Ambisi

- Latihan

- Pembelajaran

Dari hal tersebut kita bisa melihat bahwa banyak faktor yang mempengaruhi serta menjadi sumber dari kepemimpinan. Bagi seorang pemimpin perusahaan, kualifikasinya berbeda dengan pemimpin militer, pemimpin organisasi masrayarakat, pemimpin negara dan daerah, serta pemimpin rumah tangga.

Bukan hanya tingkat usia dan tingkat pendidikan yang bisa mempengaruhi kualitas kepemimpinan, tapi juga dari pengalaman, pelatihan, serta latar belakang lainnya. Semua itu akan berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan.

Secara praktis, tidak pernah ada gaya kepemimpinan yang sempurna pernah diterapkan oleh manusia. Itu karena manusia itu sendiri. Manusia satu berbeda dengan yang lainnya, sehingga semakin besar sebuah organisasi, maka semakin rumit pula penerapan konsep kepemimpinan.

John Kotter dari Harvard Business School menyatakan bahwa kepemimpinan  berkaitan dengan perubahan. Pemimpin menentukan arah dengan cara mengembangkan suatu visi masa depan, kemudian, mereka menyatukan orang-orang dengan mengomunikasikan visi ini dan menginsirasi mereka untuk mengatasi berbagai rintangan.

Stephen Robbins mendefinisikan kepemimpinan (leadership) sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau srangkaian tujuan yang ditetapkan.

Organisasi membutuhkan kepemimpinan dan manajemen yang kuat agar efektifitasnya optimal. Kita juga membutuhkan para manajer untuk merumuskan rencana mendetail, menciptakan struktur organanisasi yang efisien, dan mengawasi operasi sehari-hari.

Banyak ahli bahkan yang bukan ahli merumuskan definisi pemimpin atau kepemimpinan. Dalam organisasi-organisasi besar selalu diadakan latihan khusus untuk mendidik calon pemimpin dengan berbagai metode pelatihan kepemimpinan.

Namun inti dari arti pemimpin itu sangat mudah walaupun sulit diterapkan. Karena sebagian besar orang percaya kepemimpinan itu adalah hidup, bukan teori belaka. Kepemimpinan yang berdasarkan ilmu manajemen lebih mengarah pada sebuah ilmu dan seni dari seseorang yang mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen secara optimal dan mampu mencapai tujuan. Itulah inti dari kepemimpinan

 

 

 

Daftar Pustaka

1.Thoha, Miftah. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

2.Kusdi. 2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika

3.P. Robbins, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. INDEKS KELOMPOK GRAMEDIA

4. http://www.scribd.com/doc/6946361/perilaku-organisasi

5. Rivai, 2003 Kepemimpinan Pendidikan, Jakarta: Cahaya Ilmu

6. Baharudin dan Umiarso,2012  Kepemimpinan Pendidikan Islam Antara Teori dan Praktik,
Jogjakarta:AR-RUZZ MEDIA,2012,

7.Soehardjono,1998 Kepemimpinan: Suatu Tinjauan singkat tentang Pemimpin dan
Kepemimpinan serta Usaha-usaha Pengembangannya,Malang:APDN Malang Jawa Timur

8. Anoraga, 1990,Pendekatan Kepemimpinan Lembaga Pendidikan, Surabaya:Usaha Nasional

9. Jarmanto ,1983, Kepemimpinan Sebagai Ilmu dan Seni, Yogyakarta : Liberty

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO

MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF (TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)