Konstribusi Perilaku Organisasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah/Sekolah

 Konstribusi Perilaku Organisasi Dalam Meningkatkan
Mutu Pendidikan di Madrasah/Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organisasi menjadi sangat menentukan bagi manusia untuk berkarya,
menciptakan suatu pengharapan, dan memenuhi kebutuhan hidup seseorang yang
mendedikasikan dirinya pada suatu organisasi. Melalui organisasi seseorang dapat
memperoleh imbalan baik berupa materi maupun non materi atau kepuasan tertentu
yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya maupun keluarganya sampai batas tertentu
sesuai aturanorganisasi.
Organisasi dapat mempengaruhi perilaku manusia dan perilaku manusia dapat
mengubah organisasi dengan membentuk suatu kebiasaan yang lama kelamaan bisa
menjadi suatu budaya. Pada dasarnya perilaku organisasi adalah ilmu yang mempelajari
determinan perilaku dan interaksi manusia dalam organisasi terkait dengan sikap dan
perilaku individu, perilaku kelompok dan struktur dalam organisasi. Perilaku organisasi
dapat juga dipahami sebagai suatu cara berpikir untuk memahami persoalan persoalan
organisasi dan menjelaskan secara nyata apa yang ditemukan dalam tingkah laku
individu atau kelompok dalam organisasi berikut tindakan pemecahan yang diperlukan.
Perilaku manusia banyak menekankan aspek aspek psikologi dari tingkah laku manusia
dalam organisasi.
Perilaku manusia dalam organisasi menjadi perilaku organisasi memberikan
arah dan petunjuk bagi pencapaian tujuan organisasi sesuai visi dan misi organisasi di
mana manusia itu mendedikasikan dirinya. Misalnya organisasi bisnis, organisasi
pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi pendidikan, organisasi sosial dan
sejumlah organisasi lainnya sesuai ciri dan karakteristik organisasinya. Perilaku
organisasi dipengaruhi oleh ciri dan karakter setiap organisasi dan akan ditentukan dari
perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Mengacu pada pemikiran tersebut, pada
bagian ini akan dikaji mengenai tantangan dan peluang perilaku organisasi yang efektif.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Perilaku Organisasi?
2.Apa yang dimaksud Mutu Pendidikan?
3. Bagaimana Konstribusi Perilaku Organisasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan?
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perilaku Organisasi
Perilaku Organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah
laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Ia meliputi aspek
yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang
ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Tujuan praktis dari penelaahan
studi ini adalah untuk mendeterminasi bagaiman akan perilaku manusia itu
mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
1
Robbins (2005) mengemukakan bahwa perilaku organisasi adalah cara berfikir
yang meneliti dampak perilaku dari individu, kelompok, dan struktur organisasi yang
bertujuan untuk meraih pengetahuan dalam mengembangkan efektifitas organisasi.
Definisi tersebut menegaskan kepada kita bahwa perilaku organisasi menggabarkan
sejumlah hal sebagai berikut:
1.      Perilaku organisasi adalah cara berpikir. Perilaku ada pada diri individu, kelompok, dan
tingkat organisasi. Pendekatan ini menyarankan pada kita bahwa pada saat mempelajari
perilaku organisasi, maka harus diidentifikasi dengan jelas tingkat analisisnya, apakah
individu, kelompok dan/atau organisasi yang digunakan.
2.      Perilaku organisasi adalah multi disiplin. Yaitu menggunakan prinsip, model, teori, dan
metode-metode dari disiplin ilmu lain.
3.      Perilaku organisasi berorientasi pada orientasi kemanusiaan. Manusia dan perilaku
mereka, persepsi, kapasitas pembelajar, perasaan, dan sasaran.
4.      Perilaku organisasi berorientasi pada kinerja. Sebuah organisasi akan berjalan sesuai
harapan apabila organisasi tersebut dapat memacu dan memaksimalkan potensi individu
didalamnya dengan baik dalam kinerja yang baik.
1
 Timotius Duha, Perilaku Organisasi, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2012), 45.
4
5.      Lingkungan eksternal memberikan dampak signifikan terhadap perilaku organisasi.
6.      Metode ilmiah sangat penting dalam mempelajari perilaku organisasi, yaitu dalam
mempelajari variable dan keterkaitanya.
Lebih lanjut Gibson (1996) mendefinisikan perilaku organisasi sebagai bidang
studi yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna
mempelajari persepsi indivdu, nilai-nilai, kapasitas pembelajar individu, dan tindakantindakan

saat bekerja dalam kelompok dan dalam organisasi secara keseluruhan,
menganalisis akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi dan sumberdayanya, misi
sasaran dan strategi.
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini
adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan
memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan
psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang
Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.
Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah orang, struktur, teknologi, dan
lingkungan tempat organisasi beroperasi. Apabila orang-orang berkgabung dalam suatu
organisasi untuk mencapai tujuan, diperlukan jenis struktur tertentu. Orang-orang juga
menggunakan teknologi untuk membantu penyelesaian pekerjaan, jadi ada interaksi
antara orang, struktur, dan teknologi. Disamping itu, unsur-unsur tersebut dipengaruhi
oleh lingkungan luar. Masing-masing unsur perilaku organisasi itu dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1.  Orang
Orang-orang membentuk system sosail intern organisasi. Mereka terdiri dari
orang-orang dan kelompok, baik kelompok besar maupun kecil. Selain itu ada juga
kelompok tidak resmi dan informal. Orang-orang adalah makhluk hidup yang berjiwa,
berpikiran, dan berperasaan yang menciptakan organisasi untuk mencapai tujuan
mereka.Organisasi dibentuk untuk melayani manusia, dan bukan sebaliknya orang
hidup untuk melayani organisasi.
2.  Struktur
Struktur menentukan hubungan resmi orang-orang dalam organisasi. Berbagai
pekerjaan yang berbeda diperlukan untuk melakukan semua aktivitas organisasi. Orang-
5
orang ini harus dihubungkan dengan cara tertentu yang terstruktur agar pekerjaan
mereka efektif. Semua hubungan ini menimbulkan berbagai masalah kerjasama,
perundingan, dan pengambilan keputusan yang rumit.
3. Teknologi
Teknologi menyediakan sumber daya yang digunakan orang-orang untuk
bekerja dan sumber daya itu mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Teknologi
yang dihasilkan menimbulkan pengaruh signifikan atas hubungan kerja. Teknologi yang
besar berguna sebagai sarana memungkinkan manusia melakukan lebih banyak
pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik. Tetapi teknologi juga menghambat orangorang

dalam berbagai cara. Teknologi mengandung kerugian dan juga maslahat bagi
manusia.
4.         Lingkungan.
Organisasi merupakan bagian dari system yang lebih besar yang memuat banyak unsur
lain, seperti pemerintah, keluarga, dan organisai lainnya. Semua unsur ini saling
mempengaruhi dalam suatu system yang rumit yang menjadi corak hidup sekelompok
orang. Suatu organisasi tidak dapat menghindar dari pengaruh lingkunga luar.
Lingkungan luar mempengaruhi sikap orang-orang, mempengaruhi kondisi kerja, dan
menimbulkan persaingan untuk memperoleh sumber daya dan kekuasaan. Oleh sebab
itu, lingkungan luar harus dipertimbangkan untuk menelaah perilaku manusia dalam
organisasi.
2
B. Mutu Pendidikan
Salah satu acuan indikator atau kriteria yang dapat dijadikan tolak ukur mutu
pendidikan yaitu hasil akhir pendidikan,misalnya : tes tertulis, anakdot, skala sikap.
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output
pendidikan. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena
dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya
sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga
mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, motivasi dan minat
belajar yang tinggi. Output pendidikan merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur
2
 Arifin Tahir, Buku Ajar Organisasi, Ed, Cet. 1, (Yogyakarta: Deepublish, Agustus 2014), 1213.
6
dari kualitasnya, produkuvitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerjanya. Dalam
konsep yang lebih luas, mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses
dan hasil pendidikan secara keseluruhan yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan
kriteria tertentu.
Menurut Townsend dan Butterworth (1992) beberapa hal yang menjadi penentu
terwujudnya proses pendidikan yang bermutu, antara lain:
1. Keefektifan gaya kepemimpinan kepala sekolah.
2. Partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab guru dan staff.
3. Keberlangsungan proses belajar-mengajar yang efektif.
4. Kurikulum yang relevan.
5. Memiliki visi dan misi yang terarah.
6. Iklim sekolah yang kondusif.
7. Keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik.
Jika dipahami secara sederhana dari beberapa unsur diatas bahwa konsep mutu
pendidikan bukan semata-mata terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan, akan
tetapi lebih memperhatikan faktor dalam proses pendidikan. Input pendidikan
merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas-batas tertentu tetapi tidak menjadi
jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan.
Pendidikan nasional dari tahun 2002 ditandai dengan berbagai perubahan yang
datang, serempak, dan dengan frekuensi yang sangat tinggi. Belum tuntas sosialisasi
perubahan yang satu, datang perubahan yang lain. Beberapa inovasi yang mendominasi
panggung pendidikan selama beberapa tahun terakhir,yaitu: manajemen berbasis
sekolah, peningkatan mutu berbasis sekolah, kurikulum berbasis kompetensi,
pengajaran/pelatihan berbasis kompetensi, pendidikan berbasis luas, pendidikan
berbasis masyarakat, evaluasi berbasis kelas, evaluasi berbasis siswa dikenal juga
dengan evaluasi portofolio, manajemen pendidikan berbasis lokal, pembiayaan
pendidikan berbasis masyarakat, belajar berbasis internet, kurikulum 2013 dan
7
pembentukan dewan sekolah dan dewan pendidikan kabupaten/kota dan masih banyak
lainnya.Fenomena yang menarik adalah perubahan itu umumnya memiliki sifat yang
sama. Bila diamati lebih jauh, perubahan yang berbasis itu umumnya dari atas ke
bawah, dari pusat ke daerah, dari pengelolaan di tingkat atas menuju sekolah, dari
pemerintah ke masyarakat, dari sesuatu yang sifatnya nasional menuju yang lokal.
3
 
C.Kontribusi Perilaku Organisasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
       Kontribusi yang diberikan oleh disiplin ilmu perilaku organisasi dalam
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah/madrasah antara lain:
1. Prediksi
Bisa memprediksi perilaku orang merupakan suatu keuntungan besar karena
dengan begitu kita dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tersebut. Dengan
bisa memprediksi perilaku orang lain, schingga kita dapat berpikir, bersikap dan
bertindak dengan tepat dalam berkomunikasi dengan orang tersebut. Nimram
mengatakan bahwa keteraturan perilaku dalam organisasi memberikan kemungkinan
kepada kita untuk melakukan prediksi atas perilaku-perilaku anggota organisasi pada
masa yang akan datang.
2. Eksplanasi
Dapat menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi. Eksplanasi
berarti bahwa kita akan berusaha menjawab pertanyaan mengapa suatu peristiwa terjadi,
mengapa karyawan malas dan lain sebagainya. Dengan mempelajari perilaku organisasi
maka kita mencoba untuk menjelaskan atau memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan scperti
itu.
3. Pengendalian
Semakin banyak perilaku-perilaku individu atau kelompok dalam organisasi
yang dapat diprediksi dengan tepat dan dapat dijclaskan dengan baik, sehingga nantinya
pemimpin organisasi itu akan semakin mudah dalam melakukan fungsi pengendalian
3
 Muh Fitrah, Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, (Jurnal: Institut Agama
Islam Muhammaddiyah Bima, 28 Februari2017).
8
atas karyawannya schingga perilaku individu maupun kelompok akan menjadi positif
dan fokus pada pencapaian tujuan. Namun di sisi lain, perilaku yang destruktif, yang
kurang baik, bisa dihindari atau dicegah.
4
Secara jelas perilaku organisasi pasti mempunyai tujuan. Adapun tujuannya
adalah untuk mendeterminasi bagaimana perilaku individu mempengaruhi usaha
pencapaian tujuan-tujuan organisasi, dalam hal ini adalah meningkatkan mutu
pendidikan. Semakin banyak perilaku atau kejadian yang dapat diprediksikan dan
semakin banyak yang dapat dijelaskan. maka pada gilirannya akan dibutuhkan bentuk
kontrol atau pengendalian perilaku. Maksudnya tidak lain agar perilaku individu dalam
organisasi dapat selalu diarahkan ke arah positif. yaitu pelaku yang menunjang
pencapaian sasaran organisasi secara efektif.
5
4
 Sopiah, Perilaku Organisasi, (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2008), 21-24.
5
 Ahmad Qurtubi, Perilaku Organisasi, (Surabaya: CV Jakad media Publishing), 12.
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Perilaku Organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku
manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Ia meliputi aspek yang
ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang
ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Tujuan praktis dari penelaahan
studi ini adalah untuk mendeterminasi bagaiman akan perilaku manusia itu
mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
2. Dalam konteks pendidikan. pengertian mutu mencakup input, proses, dan Output
pendidikan. Input pendidikan adalah scgala sesuatu yang harus tersedia karena
dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya
sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sckolah sehingga
mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, motivasi dan minat
belajar yang tinggi. Output pendidikan merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur
dari kualitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerjanya. Dalam
konsep yang lebih luas, mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses
dan hasil pendidikan secara keseluruhan yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan
kriteria tertentu.
3. Untuk mendeterminasi bagaimana perilaku individu mempengaruhi usaha pencapaian
tujuan-tujuan organisasi, dalam hal ini adalah meningkatkan mutu pendidikan. Semakin
banyak perilaku atau kejadian yang dapat diprediksikan dan semakin banyak yang dapat
dijelaskan, maka pada gilirannya akan dibutuhkan bentuk kontrol atau pengendalian
perilaku. Maksudnya tidak lain agar perilaku individu dalam organisasi dapat selalu
diarahkan ke arah positif, yaitu perilaku yang menunjang pencapaian sasaran organisasi
secara efektif.
10
DAFTAR PUSTAKA
Duha, Timotius. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: CV Budi Utama, 2012.
Fitrah, Muh. Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal:
Institut Agama Islam Muhammaddiyah Bima, 28 Februari2017.
Qurtubi, Ahmad. Perilaku Organisasi. Surabaya: CV Jakad media Publishing 2014.
Sopiah. Perilaku Organisasi.Yogyakarta: CV Andi Offset, 2008.
Tahir, Arifin. Buku Ajar Organisasi. Ed, Cet. 1. Yogyakarta: Deepublish, Agustus 2014.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO

MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF (TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)