MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN STRES DI MIS MUHAMMADIYAH DOLOPO
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN STRES DI MIS MUHAMMADIYAH DOLOPO
A. Kajian Teori
1. Perubahan Organisasi
Perubahan lingkungan dan masyarakat mengharuskan organisasi juga melakukan perubahan agar mampu bertahan. Organisasi yang berhasil akan merupakan organisasi yang dapat berubah untuk menanggapi persaingan itu. Dengan semakin kompleksnya persaingan yang mengharuskan setiap karyawan untuk selalu srius dalam pekerjaannya, hal ini dapat menyebabkan kejenuhan dan juga tekanan mental yang akhirnya berujung dengan stress, sebelum stress tersebut dapat mengganggu kinerja dan menurunkan produktifitas karyawan, maka stress tersebut harus ditangani, antara lain dengan mengetahui dan melakukan manajemen stress.
Diantara tujuan perubahan organisasi adalah untuk memberbaiki kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Perubahan tersebut mengarahkan pada perubahan perilaku karyawan. Maka upaya yang perlu dilakukan adalah dengan memberi motivasi, memberikan wewenang kepada karyawan, dan memperkenalkan tim kerja. Tim kerja merupakan kegiatan perubahan yangterencana dan diarahkansebagai wujud respon terhadap perubahan lingkungan.
Dinatara sumber terjadinya perubahan adalah perubahan lingkungan, sasaran organisasi dan perubahan nilai, teknik, struktur, manajerial, dan konsultan. Sedangkan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung perubahan adalah diadakannya pelatihan, umpan balik terhadap hasil survey, konsultasi proses, pembinaan tim, adanya kepercayaan dan keterbukaan, dan pengembangan antar kelompok.
2. Manajemen Stress
Stres adalah suatu kondisi dinamik yang didalamnya seorang individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala (konstraints), atau tuntutan (demands) yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting. Secara lebih khusus, stres dikaitkan dengan kendala (Kekuatan yang mencegah individu dan melakukan apa yang sangat diinginkan) dan tuntutan (Hilangnya sesuatu yang sangat diinginkan). Diantara dampak dari stres ini dapat diketahui dari aspek fisiologis, psikologis, dan perilaku. Gejala fisiologis yang tampak seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi dan sakit jantung. Sedangkan gejala psikologis yang nampak adalah rasa cemas, depresi dan menurunnya kepuasan kerja. Sedangkan dampak pada perilaku seperti perubahan produktivitas, kemangkiran dan perputaran karyawan.
Untuk mengatasi anggota yang stres dalam sebuah organisasi maka perlu adanya manajemen stress. Manajemen stres dapat meminimalisir dampak buruk stres dalam organisasi. Beberapa pendekatan dalam manajemen stres ialah; penerapan manajemen waktu, penambahan waktu olahraga, pelatihan relaksasi, dan perluasan jaringan sosial. Selain itu juga ada pendekatan manajemen organisasi yang mungkin dapat diterapkan oleh organisasi, tidak hanya secara perorangan. Seperti menciptakan iklim organisasi yang mendukung, penetapan tujuan yang realistis, penyelksian personil dan penempatan yang baik, perbaikan komunikasi organisasi, dan membuat bimbingan konseling.
Selain diri sendiri yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan stres, organisasi juga bertanggung jawab untuk mengelola stres anggotanya. Maka organisasi perlu melakukan beberapa program yang dapat membantu mengelola emosi. Seperti program institusional dan program kolateral. Organisasi juga perlu menyediakan layanan konusultasi, menyesuaikan beban kerja karyawan, membantu mengembangkan karir karyawan, dan keterbukaan informasi organisasi kepada karyawan.
Diharpkan dari manajemen stres dapat menghindari dampat buruk dari stres pada sebuah organisasi. Sehingga organisasi dapat terus berjalan sebagaimana mestiya.
B. Hasil dan Pembahasan
1. Perubahan Organisasi MIS Muhammadiyah Dolopo
MIS Muhammadiyah Dolopo merupakan sebuah organisasi non profit lembaga pendidikan. Dunia pendidikan setiap tahuannya mengalami perbahan. Baik secara sistem, kurikulum, struktur dan lainnya. Maka organisasi lembaga pendidikan perlu melakukan perubahan dengan menyesuaiakn semua itu agar mampu bertahan di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat. Perubahan organisasi yang dilakukan oleh MIS Muhammadiyah Dolopo secara menyeluruh, baik sistemnya, struktunya, bahkan anggotanya. Tujuannya adalah agar MIS Muhamamdiyah Dolopo tetap bertahan dan diminati masyarakat.
Bagi MIS Muhamamdiyah Dolopo faktor yang sangat berpengaruh pada perubahan organisasinya adalah faktor lingkungan. Perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat MIS Muhamamdiyah Dolopo mengharuskan lembaga pendidikan tersebut melakukan perubahan sesuai dengan minat masyarakat. Saat ini di lingkungan madrasah menginginkan lembaga pendidikan yang juga mengajarkan kemampuan membaca al-Qur’an, maka MIS Muhamamdiyah Dolopo hadir dengan program pembelajaran membaca al-Qur’an metode an-Nur.
Faktor lingkungan tersebut berdampak kepada perubahan yang besar di MIS Muhamamdiyah Dolopo. Seperti adanya perubahan sasara, berupa perubahan tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran, sistem pembelajaran, sistem kurikulum, struktur marasah, dan manajerial. Seluruh perubahan pada setiap aspek tersbeut disesuaikan dengan minat dan kemauan masyarakat.
Minat dan kemauan masyarakattersebut diperoleh dari hasi survey kepada wali murid, stakeholders, dan juga masyarakat sekitar. Hasil survey diwujudkan dengan perubahan-perubahan di MIS Muhamamdiyah Dolopo. Seperti perubahan kegiatan belajar mengajar, perubahan kurikulum, perubahan media pembelajaran dan lainnya. Perubahan juga didukung dengan adanya konusltasi bersama pihak-pihak terkait. Seperti para supervisor sekolah, pengawas madrasah, dan tokoh masyarakat sekitar.
Dari hasil tersbeut ditindak lanjuti dengan memberikan pembinaan, pelatihan dan sosialisasi dengan seluruh anggota organisasi MIS Muhamamdiyah Dolopo. Lalu kelompok-kelompok dibentk dan dikembangkan sesuai dengan program perubahan yang sudah disusun. Sehingga MIS Muhammadiyah Dolopo mengalami perubahan organisasi secara menyeluruh mengikuti dengan perbuahan lingkungan masyarakat yang terjadi.
2. Manajemen Stress di MIS Muhammadiyah Dolopo
Stres yang terjadi di MIS Muhammdiyah Dolopo terjadi secara individual maupun kelompok. Dan hal tersebut wajar terjadi. Stres yangterjadi disebabakan oleh berbagai hal, misalnya adanya masalah di organisasi, maupun kendala pada suatu program kerja organisasi. Adanya stres tersebut jelas memberi dampak kepada madrasah. Dan cenderung negati.
Beberapa dampak stres yang terjadi di MIS Muhamamdiyah Dolopo diantaranya adalah menurunnya kualitas kerja MIS Muhamamdiyah Dolopo. Biasanya ditandai dengan anggota organisasi yang sering sakit akibat teralu lelah dan banyak tugas yang harus dikerjakan. Selain itu muncul rasa jenuh, bosan, cemas dan ketakutan dari anggota organisasi bila menghadapi suatu masalah yang menekan. Dan menurunnya produtivitas, anggota organisasi sering bermalas-malasan. Ini jelas membawa dampak buruk bagi MIS Muhammadiyah Dolopo.
Manajemen stres perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak dari stres. Maka manajemen stres yang dilakukan oleh MIS Muhammdiyah Dolopo dengan pendekatan individu serta pendekatan oranisasi. Pendekatan individu yang dilakukan adalah memberikan kesempatan bagi seluruh anggotanya mengambil sitirahat bila diperlukan, melakukan sharing dengan seluruh anggota untuk mengemukakan masalah, beban pikiran dan kecemasan yang mungkin dihadapi. MIS Muhammdiyah Dolopo juga memberikan beban mengajar kepada guru sesuai dengan kemampuannya, ini akan mengurangi stres guru.
Selain itu pendekatan organisasi yang dilakukan oleh MIS Muhammadiyah Dolopo diantaranya adalah menciptakan iklim organisasi yang mengedepankan kerja sama, saling membantu, dan tolong menolong. Sehingga pahit manis yang terjadi di orgasinasai dirasakan oleh semua. Penetapan tujuan yang realistis sesuai dengan kemampuan madrasah, tidak terlalu memaksa dan ngoyo. Penyeleksian anggota organisasi yang seuai dengan visi misi MIS Muhammadiyah Dolopo dan menempatkannya di posisinya yang ia inginkan. Memperbaiki komunikasi rganisai dengan cara membuat komunikasi dua arah yang asertif dan terbuka.
Selain itu secara insidental sering dilakukan kegiatan makan bersama seluruh keluarga MIS Muhammdiyah Dolopo. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerjasama antar seluruh anggota MIS Muhamamdyah Dolopo. Sehingga MIS Muhamamdiyah Dolopo mampu bertahan di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat, khususnya di wilayah Dolopo Madiun.
Komentar
Posting Komentar