MODEL PERILAKU DAN SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA ORGANISASI MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
MODEL PERILAKU DAN SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA ORGANISASI
MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
“Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan”
Dosen Pengampu:
Nur Kolis, M.Ag., PH.D.
Disusun oleh:
Mualifah Khoirunnisa
502210026
MPI B1
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2021
0
A. Kajian Teori
1. Model Perilaku Organisai
Organisasi adalah sekumpulan orang yang mungkin memiliki perilaku yang
berbeda-beda. Perilaku organisasi adalah perilaku orang-orang yang ada dalam
sebuah organisasi. Perilaku organisasi dapat meningkatkan kualitas organisasi, atau
sebaliknya. Dari berbagai perbedaan perilaku tersebut muncul berbagai model
perilaku organisasi. Diantaranya adalah:
a. Autokratis
Model autokratis bergantung pada kekuasaan. Pemimpin organisasi
mempunyai kewenangan penuh terkait kebijakan. Mereka berhak memberikan
perintah berdasarkan kewenangan mereka secara formal.Pemimpin memikirkan
semua pekerjaan dan anggota/pekerja yang mengeksekusi.
b. Kustodial
Model organisasi yang anggotanya bergantung secara ekonomi kepada
organisasi tersebut. Organisasi/sekolah menyediakan beberapa fasilitas
kesejahteraan untuk anggota atau pekerja. Juga memberikan penghargaan atau
reward pada saat saat tertentu tetapi tanpa acuan yang jelas. Kelemahan dari
model ini adalah pekerja cenderung pasif dan tidak berusaha memberikan hasil
yang terbaik ataupun maksimal karena hubungannya hanya sekedar pemenuhan
finansial.
c. Suportif
Model perilaku organisasi ini adalah kepemimpinan yang didukung oleh
manajerial yang baik. Model suportif berasal dari “prinsip hubungan suportif”,
tidak tergantung kepada kekuasaan ataupun uang. Kebutuhan yang terpenuhi
dari model ini adalah status dan pengakuan. Manajemen member kesempatan
kepada seluruh pegawai untuk mengerjakan tugas sesuai kapasitas masing –
masing. Pegawai yang berprestasi diakui dan dihargai sehingga mereka
terpacu untuk memberikan yang terbaik.
d. Kolegial
Perluasan dari model suportif adalah kolegial. Istilah kolegial berkaitan
dengan kumpulan orang yang memiliki tujuan bersama. Model perilaku
1
organisasi kolegial menekankan pada kinerja team. Sehingga manajer/atasan
harus berupaya untuk membangun kemitraan dengan para anggota atau
pekerja. Pemimpin lebih berperan sebagai mitra atau teman.
e. Sistem
Para pekerja/anggota organisasi tidak hanya sekedar membutuhkan gaji
dan keamanan dalam pekerjaan mereka. Mereka menginginkan jam yang sudah
mereka habiskan untuk organisasi atau lembaga memberikan nilai dan makna.
Dalam model ini, organisasi melihat keseluruhan struktur dan juga melihat
individu. Sistem ini berusaha menyelaraskan tujuan organisasi dan tujuan
individu.
1
2. Sistem Sosial dan Budaya Organisai
Budaya organisasi adalah suatu pola asumsi-asumsi dasar yang berkenaan dengan
kepercayaan, nilai-nilai dan tingkah laku yang diciptakan dan dikembangkan oleh
suatu organisasi sebagai dasar dalam menentukan tujuan, keunggulan, prestasi
(kinerja), inovasi, kesatuan, keakraban dan integrasi organisassi yang dijadikan
sebagai norma atau pedoman bagi para anggota organisasinya untuk berperilaku sama
dalam memecahkan masalah-masalah organisasi.
Budaya organisasi dibentuk oleh filosofi dari pendiri organisasi dengan
2
melalui kriteria yang dianut, kemudian ditetapkan oleh manajemen puncak (Top
Management), yang implementasinya dilakukan dengan cara disosialisasikan ke
seluruh karyawan, sehingga sikap dan perilaku karyawana akan sesaui dengan apa
yang diinginkan oleh organisasi.
Perilaku organisasi berfungsi sebagai nilai-nilai dan norma yang dijunjung dan
3
diterapkan oleh semua anggota organisasi. Selain itu juga berperan dalam
mendifinisikan batasan yang berart, membantu menciptakan rasa identitas,
mendorong organisasi untuk mementingkan kepentingan organisasi,membantu
menstabilkan sistem, menjadi kontrol, dan mempermudah penelusuran komitmen.
4
1
Miftah Thoha, Perilaku Organisasi Konsep Dasar Dan Implikasinya (Jakarta: Rajawali Press, 2012).
2
Praja Tuala, Budaya Organisasi Kepemimpinan Di Lembaga Pendidikan Islam (Bandar Lmpung: Pustaka
Media, 2020).
3
Utaminingsih, Perilaku Organisasi (Kajian Teoritik & Empirik Terhadap Budaya Organisasi) (Malang: UB
Press, 2014).
4
Duha Timotius, Perilaku Organisasi (Yogyakarta: Budi Utomo, 2018).
2
B. Hasil dan Pembahasan
1. Model Perilaku Organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo
Perilaku organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo menggambarkan bagaimana
perilaku pemimpin dan juga anggota organisasi bertindak. Perilaku organisasi di MIS
Muhammadiyah Dolopo juga menggambarkan bagaimana interaksi antar anggota
dan pemimpinnya. Perilaku organisasi yang terjadi di MIS Muhammadiyah Dolopo
bisa meningkatkan kualitas organisasi, maupun sebaliknya. Gambaran tetang perilaku
organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopoadalah sebagai berikut.
Prilaku organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopo diantaranya
dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan penggunaan teknologi pembelajaran,
perbedaan kesibukan dan kebutuhan, perbedaan sifat dan karakter, serta pengaruh
lingkungan luar sekolah. Dari beberapa sebab tersebut maka muncullah model
perilaku organisasi yang terjadi di MIS Muhammadiyah Dolopo.
Kepala madrasah, guru, dan karyawan MIS Muhammadiyah Dolopo memiliki
kemampuan yang berbeda dalam penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi
menjadi sangat penting bagi guru dimasa ini. Namun sayangnya ada beberapa guru
yang sudah menguasai dengan baik teknologi pembelajaran, maupun belum. Dari hal
tersebut maka muncullah periaku organisasi suportif. Sehingga seluruh anggota
sekolah mulai dari kamad, guru, dan karyawan saling bahu-membahu dalam
penggunaan teknologi pembelajaran. Guru yang sudah menguasai teknologi
pembelajaran dengan baik memberi dukungan dengan membantu guru yang kurang
menguasai. Selain itu demi meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi
pembelajaran oleh semua guru, sekolah mendatagkan tutor-tutor yang siap
mengajarkan penggunaan teknologi pembelajaran, dan juga memberikan pelatiha.
Dari uraian ini dapat diketahui bahwa perilaku organisasi model suportif yang ada di
MIS Muhammadiyah Dolopo.
Perbedaan kesibukan dan kebutuhan tiap anggota MIS Muhammadiyah Dolopo
menjadikan perilaku organisasi bermodel kolegial. Saling bergantung satu dengan
lainnya, keterikatan kerja sama antara satu dan lainnya sangat terasa di MIS
Muhammadiyah Dolopo. Kepala madrasah sering membentuk tim untuk tujuan
tertentu. Tim tersebut selalu dipantau kerjanya, kadang kala kepala madrasah ringan
3
tangan untuk mencapai tujuan tim. Dari contoh tersebut manggambarkan dengan jelas
bahwa model perilaku organisasi yang terjadi adalah model kolegial. Dimana kepala
madrasah selaku manajer menjadi mitra untuk anggota sekolah yang lainnya.
Dilihat dari perbedaan sifat dan karakter pemimpin dan anggota organisasi MIS
Muhammadiyah Dolopo, akan nampak pola perilaku organisasi model sistem.
Beberapa guru merasa senang menjalani profesinya sebagai guru, dan menganggap
pekerjaannya sebagai guru adalah hobi. Sehingga ia akan memberikan sepenuh
hatinya pada kegiataan organisasi sekolah. Selain itu beberapa guru memiliki prinsip
bahwa mengajar adalah ladang pahala, maka ia secara maksimal dalam mengajar.
Secara tidak langsung ini menjadikan kualitas pembelajaran di MIS Muhammadiyah
Dolopo meningkat. MIS Muhammadiyah Dolopo juga memberikan penghargaan
kepada jerih payah guru. Guru juga diberi kesejahteraan sebagaimanamestinya.
Beberapa hal ini bukti bahwa MIS Muhammadiyah Dolopo menerapkan pola perilaku
model sistem yang mampu meningkatkan kualitas lembaga.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh lainyya adalah faktor lingkungan.
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan eksternal. Seperti wali murid,
masyarakat sekitar sekolah, juga lembaga pesaing. Lingkungan tersebut membuat
kepala madrasah MI Muhammadiyah Dolopo bersikap otoriter pada beberapa hal. Hal
tersebut dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu sekolah agar memenuhi
keinginan wali murid dan masyarakat, sehingga dapat bertahan di tengah persaingan
dengan sekolah lain. Maka perilaku organisasi yang kadang kala terjadi adalah model
autokratis. Di mana kepala madrasah menerapkan beberapa kebijakan yang harus
diakukan oleh seuruh anggota sekolah untuk memenuhi keinginan masyarakat.
Meskipun kadang kala anggota organisasi merasa terpaksa menjalaninya. Namun
tidak semua paksaan buruk, paksaan ke arah yang baik insyaAllah hasilnya baik.
Dari beberapa uraian di atas dapat diketahui bahwa MIS Muhammadiyah Dolopo
menerapkan model perilaku organisasi yang berbeda-beda. Mulai dari model
autokratis, model kustodial, model suportif, model kolegial, dan juga model sistem.
Hal tersebut nampak pada beberapa kondisi tertentu. Namun secara keseluruhan bila
dibandingkan maka perilaku organisasi yang paling nampak di MIS Muhammadiyah
4
Dolopo adalah model suportif. Di mana semua anggota organisasi saling mendukung
satu dengan yang lainnya dalam menjalankan kegiatan sekolah.
2. Sistem Sosial dan Budaya Organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo
Budaya organisasi adalah suatu pola asumsi-asumsi dasar yang berkenaan dengan
kepercayaan, nilai-nilai dan tingkah laku yang diciptakan dan dikembangkan oleh
suatu organisasi sebagai dasar dalam menentukan tujuan dan sebagai pedoman
perilaku bagi anggotanya. Maka budaya organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah
Dolopo adalah sebagai berikut.
Budaya organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo terbentuk karena pengaruh
sejarah yang melatar belakangi berdirinya MIS Muhammadiyah Dolopo. Latar
belakang berdirinya MIS Muhammadiyah Dolopo dikarenakan masyarakat
membutuhkan pendidikan agama Islam yang baik bagi anaknya. Berangkat dari
sejarah tersebut memberikan filosofis kepada kepala madrasah bahwa MIS
Muhammadiyah Dolopo adalah lembaga gerakan dakwah Islam. Maka filosofis
tersebut yang dipegang erat oleh kepala madrasah dan ditularkan kepada seluruh
anggota sekolah. Sehingga setiap kegiatan pembelajaran, tujuan sekolah, dan seluruh
kegiatan yang ada di sekolah berdasarkan atas niat berdakwah menyebarkan
pedidikan Islam yang baik untuk anak dan masyarakat.
Beberapa karakteristik budaya organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah
Dolopo adalah:
a. Seluruh anggota sekolah memberikan ide, serta andil dalam inovasi-inovasi yang
dibuat sekolah dalam rangka peningkatan kualitas sekolah.
b. Seluruh anggora MIS Muhammadiyah Dolopo menanamkan dalam diri mereka
rasa kepemilikan terhadap sekolah. Maka seluruh anggota sekolah terbiasa peka
dan peduli terhadap seluruh yang terjadi di sekolah.
c. Skeolah selalu melakukan evaluasi terhadap hasil yang telah tercapai dari suatu
program kerja. Hal tersebut diharapkan akan ada peningkatan di di setiap
pencapaian.
d. MIS Muhammadiyah Dolopo merekrut dan memiliki anggota yang satu visi, satu
misi, karakter yang hampir sama, dan latar belakang pendidikan yang mirip. Hal
5
ni dilakukan untuk memudahkan berjalannya organisasi sekolah. Sehingga
seluruh anggota sekolah dapat berjalan beriringan dan seirama.
e. Seluruh kegiatan yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopo selalu
mengedepankan kerja sama tim. Anggota tidak bekerja secarain dividual, namun
saling menyatukan kekuatan dan bekerja sama.
f. Setiap anggota MIS Muhammadiyah Dolopo selalu berlomba-lomba untuk lebih
baik. Karena selalu ditekankan untuk menjadi lebih baik setiap arinya. Namun
jiwa kompetitif yang ada tidak membuat angota saling menjatuhkan antara satu
degan lainnya.
Nampaknya MIS Muhammadiyah Dolopo juga sudah memenuhi unsurunsur
budaya organisasi. Seperti profesionnalisme dari seluruh anggota sekolah,
keterlibatan impinan dalam kegiatan sekolah, adanya kepercayaan antar anggota
sekolah, lingkungan kerja yang teratur, dan integrasi yaitu iklim yang terbentuk di
oranisasi.
Dari berbagai uraian di atas maka akan ditemukan budaya organisasi yang
ada di MIS Muhammadiyah adalah budaya organisasi yang suportif dan saling
berkerja sama. Seluruh anggota sekolah saling bantu-membantu dalam
meningkatkan kualitas lambaga. Di MIS Muhammadiyah Dolopo kepala
madrasahlah yang paling berperan aktif dalam membentuk budaya organisasi di
sekolah. Sehingga budaya organisasi yang ada di sekolah seperti bersikap ramah,
mengedepankan kerja sama, selalu meningkat ke arah yang lebih baik.
Pengembangan budaya organisasi yang dilakukan di MIS Muhammadiyah
Dolopo didukung oleh berbagai pihak. Sehingga budaya raham, supportif, dan
saling bekerja sama tersbeut sudah mendarah daring di lingkungan MIS
Muhammadiyah Dolopo. Hingga masyarakat mengenal bahwa MIS
Muhammadiyah Dolopo memiliki anggota sekolah yang ramah. Senang bekerja
sama dan saling mendukun antar anggota.
Maka esensi dari budaya organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah
Dolopo adalah kepala madrasah selalu mendorong seluruh anggotasekolah untuk
berusaha menjadi lebih baik setiap harinya, lebih baik dalam segala hal. Selain itu
budaya organisai yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopo menjadikan seluruh
6
guru berkompetisi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik untuk
seluruh siswa. Budaya organisasi MIS Muhammadiyah Dolopo mencerminkan
pandangan kepala madrasah bahwa kemajuan madrasah dapat dicapai denga kerja
sama semua pihak dan pemenuhan kepuasan dan keinginan masyarakat.
C. Kesimpulan
Model perilaku organisasi yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopo adalah
pergabungan dari berbagai model. Namun yang paling mendominasi adalah model
supportif. Dimana seluruh anggota organisasi saling mendukung dan membantu dalam
menjalankan semua kegiatan sekolah. Sekolah pun juga memberi dukungan penuh
terhadap anggotanya dalam menjalankan kegiatan. Termasuk dukungan pelatihan,
dukungan finansial, dan dukungan moril.
Sistem budaya yang ada di MIS Muhammadiyah Dolopo dipengaruhi oleh kepala
madrasah sebagai manjer. Manajer mengembangkan budaya organisasi yang dipengaruhi
oleh lingkungan dan juga sejarah. Maka budaya organisasi yang ada di MIS
Muhammadiyah Dolopo adalah kerja sama, ramah, supportfi, dan kompetitif. Budaya
organisasi yang dikembangan di sekolah tersebut menjadi ciri khas sekolah. Dan menjadi
brand yang melekat oleh MIS Muhammadiyah Dolopo. Budaya organisasi tersebut kini
menjadi kelebihan MIS Muhammadiyah Dolopo sehingga dapat bertahan di tengah
persaingan lembaga pendidikan yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Thoha, Miftah, Perilaku Organisasi Konsep Dasar Dan Implikasinya (Jakarta: Rajawali Press,
2012)
Timotius, Duha, Perilaku Organisasi (Yogyakarta: Budi Utomo, 2018)
Tuala, Praja, Budaya Organisasi Kepemimpinan Di Lembaga Pendidikan Islam (Bandar
Lmpung: Pustaka Media, 2020)
Utaminingsih, Perilaku Organisasi (Kajian Teoritik & Empirik Terhadap Budaya Organisasi)
(Malang: UB Press, 2014)
7
Komentar
Posting Komentar