Organisasi Lembaga Pendidikan II

 
 
Organisasi Lembaga Pendidikan II
 
A. Pendahuluan
Di era globalisasi pada saat ini dalam dunia pendidikan dapat
memberikan tantangan dan peluang untuk bisa melakukan perubahan atau
perkembangan secara komprehensif. Di era reformasi saat ini dimana
pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus dapat memberikan hak
yang sama pada lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta. Hal ini
merupakan suatu kesempatan yang sangat baik pagi lembaga pendidikan
islam untuk dapat melakukan sesuatu perubahan atau pengembangan dari
berbagai komponen secara komprehensif.  
Kesadaran masyarakat indonesia tentang pentingnya pendidikan
semakin meningkat. Masyarakat indonesia sadar bahwa pendidikan dapat
meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Kualitas Sumber Daya
Manusia yang mumpuni dapat menyongsong masa depan yang lebih baik.
Berkembangnya zaman pada era sekarang dapat meningkatkan kualitas
lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta. Termasuk halnya dalam
lembaga pendidikan islam seperti sekolah/madrasah dan pondok
pesantren.  
Saat ini bermunculan modifikasi sekolah/ madrasah dengan sistem
pondok yang sering disebut dengan “boarding school” yang artinya sistem
pendidikan yang menyediakan tempat tinggal berupa asrama bagi para
siswa. Semakin pesatnya pertumbuhan secara kuantitas hal ini juga harus
diikuti dengan peningkatan mutu pengelolaan diharapkan dapat dijalankan
dengan mempunyai efektifitas dan efisiensi yang tinggi dan dapat
mengahasilkan output atau lulusan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.  
Saat ini mutu pendidikan menjadi salah satu perhatian baik secara
individu maupun dalam suatu organisasi masyarakat yang beranggapan
bahwa sesuatu yang berkualitas banyak dibutuhkan karena mempunyai
banyak peluang untuk memenangkan sesuatu
 
1
 Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Depag. RI. 2001
 
1
 
 
Kompetisi di tengah masyarakat yang semakin berkembang. Sebuah
lembaga pendidikan islam harus bisa mempertahankan eksistensinya
ditengah kompetisi yang sangat ketat. Kualitas mutu dalam suatu lembaga
pendidikan islam harus di jaga dan di pertahankan dengan baik dan dengan
cara mengoptimalkan fungsi dan peran dari semua sumberdaya pendidikan,
baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana fisik
lainnya yang dimiliki.  
Proses menyelenggarakan lembaga pendidikan islam harus mempunyai
visi dan misi, dimana visi dan misi tersebut mampu mendidik dan
mengajarkan ajaran islam secara komprehensif sehingga mempunyai
kesadaran untuk mengamalkannya, memberikan bekal kepada peserta didik
untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.
Pendidikan islam mempunyai cita-cita besar dengan menjadikan islam
sebagai landasan yang kuat dalam segala sendi kehidupan. Pendidikan
merupakan suatu proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan
nilai-nilai islam pada peserta didik melalui penumbuhan dan pengembangan
potensi fitrahnya untuk dapat mencapai keseimbangan dan kesempurnaan
dalam segala hal.  
Proses penyelenggaraan organisasi/lembaga pendidikan islam juga harus
memperhatikan komponen pendukung dalam proses penyelenggaraan suatu
lembaga. Komponen tersebut diharapkan mampu membantu mempermudah
lembaga/organisasi dalam proses penyelenggaraan guna untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas dari lembaga pendidikan itu sendiri.
Komponen tersebut merupakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan evaluasi.  
 

2
 Salleh, Mohamad Johdi.Phd. The Integrated Islamic Education: Principles And Needs For
Thematic Approaches. Integrated Islamic Education: Need For Thematic Approaches.
Singapore Islamic Education System-SIES Seminar, Wisma MUIS. Singapore. 14 November
2009  
 
 
2
 
 
Organisasi/lembaga dalam proses penyelenggaraan pendidikan islam
tentunya mempunyai tujuan sendiri, dimana tujuan tersebut dapat
menjadikan lembaga pendidikan islam sebagai media utama dalam
mempelajari ilmu keagamaan diharapkan peserta didik dapat menjadi
penerus bangsa yang baik. Melalui beberapa prinsip, fungsi, dan proses
pengelolaan dalam lembaga pendidikan diharapkan dapat berjalan dan
menghasilkan sekolah/madrasah/pondok pesantren yang berintegritas
tinggi, maju, unggul, berdaya saing yang kuat, serta dapat menghasilkan
lulusan terbaik.  
B. pembahasan
1. Organisasi/Lembaga dalam Menyelenggarakan Pendidikan Islam
Untuk dapat menjalankan
proses penyelenggaraan
organisasi/pendidikan islam  yang sesuai dengan tujuan, terlebih
dahulu kita harus mengetahui prinsip dan fungsi dari lembaga
pendidikan, harus mengetahui hambatan dalam organisasi/lembaga
pendidikan islam, setalah itu strategi yang akan digunakan dalam
proses menyelenggarakan organisasi/lembaga pendidikan islam, hal
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:  
a. Prinsip dan Fungsi Lembaga Pendidikan
Prinsip-prinsip lembaga pendidikan untuk mempertahankan
eksistensinya dan kontribusinya dalam kehidupan global,
diantaranya yaitu:
1) Prinsip pembebasan manusia dari ancaman kesesatan
2) Prinsip pembinaan manusia menjadi hamba Allah
3) Prinsip pembentukan kepribadian manusia
4) Prinsip membebaskan manusia dari belenggu kenistaan
5) Prinsip mengembangkan daya pikir, nalar, dan daya rasa
 
3
 Rohman, Taufiqur. 2020. Planning Organizing: Prinsip-Prinsip Dan Fungsinya Bagi
Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam. Vol. 3. Page 127-136. November 2020
 
3
 
 
Selain prinsip-prinsip diatas dalam proses penyelenggaraan
pendidikan islam juga harua memperhatikan fungsi dari lembaga
pendidikan yaitu pengembangan dalam lembaga pedidikan islam akan
menjadikan aktivitas pendidikan tersebut bersifat adaptif yaitu
pendidikan islam yang mampu menyesuaikan dan mengembangkan diri
sendiri sesuai dengan tuntutan berkembangan zaman yang selalu
mengalami perubahan.  
b. Hambatan-Hambatan dalam Menyelenggarakan Pendidikan
Islam  
Dalam proses penyelenggaraan suatu lembaga pendidikan islam,
maka lembaga terlebih dahulu harus mengetahui hambatanhambatan

apa saja yang akan dihadapi dalam proses
penyelenggaraan tersebut, terdapat beberapa hambatan menurt
Cece Wijaya dalam Akmal Hawi (Hawi, 2005) diantaranya yaitu:
1) Kuatnya pengaruh kebijakan formal pemerintah terhadap
pengelolaan pendidikan
2) Makin menguatkan budaya materialistik dan hedomistik
3) Kemajuan dalam bidang IPTEK dalam sisi lain dapat
menghancurkan peradaban dan tatanan kehidupan manusia
4) Perkembangan ekomoni suatu bangsa dapat mempengaruhi
pembangunan pendidikan
5) Berubahnya pola dan gaya hidup masyarakat
6) Terjadinya konflik nilai moral dan nilai spiritual
7) Munculnya inkonsistensi dalam pengamalan ajaran islam  





 
 
 
4
 Hawi, A. 2005. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Palembang: Raden Patah Press
 
 
 
4
c. Strategi Pengelolaan Lembaga Pendidikan
Untuk kemajuan menyelenggarakan organisasi/lembaga
pendidikan islam kita harus mengetahui strategistrategi yang
digunakan dalam mengelola suatu lembaga pendidikan islam, agar
dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Strategi-strategi
menurut (Qomar, 2007) diantaranya yaitu:
1) Merumuskan cita-cita, program, serta tujuan yang ingin dicapai
lembaga secara jelas, langkah yang harus dilakukan yaitu
berupaya maksimal merealisasikannya melalui kegiatan nyata
sehari-hari  
2) Membangun kepemimpinan dan budaya organisasi yang baik
dan profesional. Hal yang harus dilakukan yaitu dengan
menyiapkan pendidik yang benar-benar berjiwa pendidik,
memahami dan meneladani ajaran islam, sehingga dapat
mengutamakan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran untuk
keberhasilan peserta didiknya, merumuskan dan menyusun
materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta
didik dan kebutuhan masyarakat  
3) Menggali potensi-potensi keuangan dan mengembangkannya
dengan kreatif. Hal yang harus dilakukan yaitu dengan
meningkatkan promosi untuk membangun citra  
4) Membangun kerjasama yang baik ditingkat daerah, nasional,
maupun internasional  
5) Sikap optimis, peduli, aktif dan kreatif dalam menghadapi
berbagai tantangan di masyarakat pada umumnya dan di
lingkungan pendidikan pada khususnya.  
 
 
5
 Qomar, Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga
6
Riyuzen. 2017. Strategi Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal
Pendidikan Islam. Vo. 8, No. 11:145-165

 
 
5
 
 
2. Komponen Organisasi Pendidikan Islam
Untuk mengelola atau menyelenggarakan suatu organisasi/lembaga
pendidikan islam tentunya tidak akan lepas dari empat komponen yaitu
(POAC) planning, organizing, actuating dan controlling. Penjelasan
dari ke empat komponen tersebut diantaranya yaitu:
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan keseluruhan proses dan
penentuan secara matang tentang sesuatu hal yang akan terjadi
di masa mendatang dalam hal mencapai tujuan yang telah di
tentukan. Ketika perencanaan dikaitkan dengan sistem
pendidikan dalam suatu organisasi kependidikan perencanaan
menurut ST Vembriarto (1998:39) merupakan sebagai
pengguna analisa yang bersifat rasional dan sistematis terhadap
suatu proses pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk
menjadikan pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien untuk
memenuhi kebutuhan dan tujuan peserta didik serta
masyarakat.
Proses perencanaan harus memperhatikan beberapa hal
yaitu tentang apa yang harus dilakukan dan siapa yang akan
melakukan, setelah itu kapan perencanaan itu dilakukan, dan
bagaimana proses dalam perencanaan itu sendiri. Perencanaan
yang baik mampu mempertimbangkan waktu kondisi di waktu
yang akan datang
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasi merupakan sistem kerja sama sekelompok
orang untuk mencapai tujuan bersama.
 
 
7
 Indrioko, Erwin. 2016. Lembaga Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Derasnya Perubahan.
Vol. 3, No. 1:62-76
8
 Pramitha, Devi. 2020. Strategic Management Of Islamic Educational Institutions In The New
Normal Era. Vol. 5. Page 49-55  
 
6
 
 
Langkah pertama yang harus
dilakukan dalam
pengorganisasian yaitu melalui perencanaan dengan
menetapkan bidang-bidang atau fungsi-fungsi yang termasuk
dalam ruang lingkup kegiatan yang akan di selenggarakan oleh
suatu kelompok kerjasama tertentu.
Adanya sistem pengorganisasian ini dapat mewujudkan
kesatuan yang utuh, kekompakan, kesetiakawanan, dan
terciptanya mekanisme yang sehat, sehingga kegiatan berjalan
dengan lancar, stabil dan mudah dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan bersama. Proses organizing ini lebih
menekankan akan pentingnya kesatuan dalam segala tindakan,
baik utuh, murni dan bulat dalam suatu organisasi.  
c. Penggerakan (Actuating)
Actuating berfungsi sebagai bagian dari proses kelompok
atau organisasi yang tidak dapat dipisahkan, actuating di
kelompokkan ke dalam tiga fungsi yaitu directing commanding,
leading dan coordinating. Proses actuating juga dapat
memberikan motivating, bimbingan atau pengarahan, sehingga
di harapkan dapat bekerja dengan tekun dan baik.
d. Evaluasi (Controlling)
Evaluasi dalam manajemen merupakan suatu proses untuk
memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan benar sesuati
apa tidak dengan perencanaan sebelumnya. Evaluasi dalam
manajemen pendidikan islam memiliki dua batasan, yang
pertama mengartikan evaluasi sebagai proses/kegiatan yang
menentukan kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan
yang telah ditentukan,  
 
9
 Akyuni, Qurrata. 2018. Pengorganisasian Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Studi Penelitian, Riset
dan Pengembangan Pendidikan Islam. Vol. 10, No. 2:92-102
10
Fathoni, A. Konsep Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur’an. Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan IAIN Raden Intan Lampung  
 
7
 
 
kedua mengartikan evaluasi sebagai usaha untuk
mendapatkan informasi berupa umpan balik (feed back) dari
kegiatan yang dilakukan. Evaluasi dalam manajemen
pendidikan islam mencakup dua kegiatan yaitu penilaian dan
pengukuran, dari bentuk pengukuran yaitu pengujian.  
Evaluasi sangat penting yaitu sebagai jembatan terakhir
dalam rangkai kegiatan manajemen. Pengendalian merupakan
salah satu cara yang dilakukan oleh para manajer untuk
mengathui apakah tujuan organisasi bisa tercapai atau tidak.
Selain itu evaluasi sebagai konsep pengendalian, pemantauan
efektifitas dari suatu perencanaan, pengorganisasian dan
kepemimpinan serta pengambilan perbaikan pada saat
dibutuhkan.  
C. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk dapat menjalankan
proses penyelenggaraan organisasi/pendidikan islam  yang sesuai dengan
tujuan, terlebih dahulu kita harus mengetahui prinsip dan fungsi dari
lembaga pendidikan, harus mengetahui hambatan dalam
organisasi/lembaga pendidikan islam, setalah itu strategi yang akan
digunakan dalam proses menyelenggarakan organisasi/lembaga
pendidikan islam. Sedangkan untuk mengelola atau menyelenggarakan
suatu organisasi/lembaga pendidikan islam tentunya tidak akan lepas dari
empat komponen yaitu (POAC) planning, organizing, actuating dan
controlling.Prinsip dan fungsi yang harus di perhatika dalam
menyelenggarakan pendidikan islam yaitu Prinsip pembebasan manusia
dari ancaman kesesatan, Prinsip pembinaan manusia menjadi hamba Allah,
Prinsip pembentukan kepribadian manusia, Prinsip membebaskan manusia
dari belenggu kenistaan dan Prinsip mengembangkan daya pikir, nalar, dan
daya rasa. Sedangakn untuk fungsinya sendiri yaitu pengembangan dalam
lembaga pedidikan islam akan menjadikan aktivitas pendidikan tersebut
bersifat adaptif  yaitu pendidikan islam yang mampu menyesuaikan dan
 
8
mengembangkan diri sendiri sesuai dengan tuntutan berkembangan zaman
yang selalu mengalami perubahan.
Untuk hambatan-hambatan yang sering terjadi dan harus di ketahui
terlebih dahulu oleh lembaga/organisasi ketika akan menyelenggarakan
pendidikan islam yaitu: Kuatnya pengaruh kebijakan formal pemerintah
terhadap pengelolaan pendidikan, makin menguatkan budaya materialistik
dan hedomistik, kemajuan dalam bidang IPTEK dalam sisi lain dapat
menghancurkan peradaban dan tatanan kehidupan manusia, perkembangan
ekomoni suatu bangsa dapat mempengaruhi pembangunan pendidikan ,
berubahnya pola dan gaya hidup masyarakat, terjadinya konflik nilai moral
dan nilai spiritual, munculnya inkonsistensi dalam pengamalan ajaran
islam.  
Strategi yang digunakan lembaga dalam pengatasi hambatan-hambatan
yang dialaminya yaitu: merealisasikan cita-cita yang telah dirumuskan,
membangun kepemimpinan dan budaya organisasi yang baik dan
profesional, menggali potensi keuangan dan mengambangkannya dengan
kreatif, membangun kerjasama yang baik, sikap optimis dan peduli dalam
menghadapi tantangan di masyarakat.  
 











 
 
9
DAFTAR PUSTAKA

Akyuni, Qurrata. 2018. Pengorganisasian Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Studi
Penelitian, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam. Vol. 10, No. 2:92102

Dirjen
Pembinaan
Kelembagaan
Agama
Islam
Depag.
RI.
2001

Fathoni,
A.
Konsep
Manajemen
Pendidikan
Islam
Perspektif
Al-Qur’an.
Fakultas

Tarbiyah
dan
Keguruan
IAIN
Raden
Intan
Lampung


Hawi, A. 2005.
Kapita
Selekta
Pendidikan
Islam.
Palembang:
Raden
Patah
Press

Indrioko,
Erwin.
2016.
Lembaga
Pendidikan
Islam
Dalam
Menghadapi
Derasnya

Perubahan. Vol. 3, No.
1:62-76

Pramitha,
Devi.
2020.
Strategic
Management
Of
Islamic
Educational
Institutions

In The
New
Normal
Era.
Vol. 5.
Page
49-55


Qomar,
Mujamil. 2007.
Manajemen
Pendidikan
Islam.
Jakarta:
Erlangga

Riyuzen.
2017.
Strategi

Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah:
Jurnal Pendidikan Islam. Vo. 8, No. 11:145-165
Rohman, Taufiqur. 2020. Planning Organizing: Prinsip-Prinsip Dan Fungsinya
Bagi Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam. Vol. 3. Page 127-136.
November 2020
Salleh, Mohamad Johdi.Phd. The Integrated Islamic Education: Principles And
Needs For Thematic Approaches. Integrated Islamic Education: Need For
Thematic Approaches. Singapore Islamic Education System-SIES Seminar,
Wisma MUIS. Singapore. 14 November 2009  
 
10
 
 
11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO

MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF (TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)