PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN PARTISIPASI DALAM ORGANISASI DI MIS MUHAMMADIYAH DOLOPO

 

PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN PARTISIPASI DALAM ORGANISASI DI MIS MUHAMMADIYAH DOLOPO

A.    TEORI

1.      Pemberdayaan Organisasi

Pemberdayaan adalah sebuah konsep pemberian wewenang kepada individu atau kelompok masyarakat untuk mengambil keputusan secara otonom, partisipatif dan demokratis. Pemberian wewenang tersebut sebagai strategi pembelajaran dan penghargaan terhadap nilai-nilai humanitas, bahwa setiap individu atau kelompok masyarakan memiliki kemampuan dan potensi yang dapat di sumbangkan bagi kehidupan bersama.

Terdapat beberapa model pemberdayaan organisasi di lembaga pendidikan, diantaranya adalah;

a.       Meningkatkan peran masyarakat dalam pemberdayaan manajemen pendidikan

b.      Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan madrasah yang quality oriented

c.       Meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber belajar

d.      Merubahan paradigma

e.       Mengembangkan kurikulum

Selain itu pemberdayaan organisasi perlu dilaksanakan dengan strategi yang jelas. Seperti strategi dalam menyelesaikan masalah baik internal maupun eksternal, strategi dalam memanfaatkan sumber daya sekolah, dan lainnya. Beberapa aspek yang pelu diperhatikan dalam pemberdayaan organisasi adalah; peningkatan kualitas, pengembangan inovasi dan kreativitas, membangun jaringan, dan penguatan semangat otonomi.

2.      Peningkatan Partisipasi Organisasi

Partisipasi adalah perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan, keikutsertaan, peran serta. Partisipasi juga dapat di definisikan sebagai turut berperan serta dalam suatu kegiatan. Jadi, partisipasi adalah sesuatu yang menunjuk kepada adanya keikutsertaan secara nyata dalam suatu kegiatan. Partisipasi masyarakat dalam kebijakan pendidikan adalah keikutsertaan masyarakat dalam memberikan gagasan, kritik membangun, dukungan dan pelaksaan kebijaksanaan pendidikan.

Peran kepala sekolah, orang tua dan masyarakat dala pemberdayaan dan peningkatan partisipasi di sekolah

a.       Peran kepala sekolah dalam meningkatkan partisipasi adalah

1). Menjalin komunikasi yang afektif dengan orang tua dan masyarakat; 2). Melibatkan masyarakat dan orang tua dalam program sekolah;

3). Memberdayakan komite sekolah

b.       Partisipasi orang tua terhadap pendidikan

1)       Menciptakan budaya belajar di rumah

2)      Memprioritaskan tugas yang terkat secara langsung dengan pembelajaran sekolah

3)      Mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan organisasi sekolah

4)       Memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan gagasan, ide dan berbaga ativitas yang menunjang kegiatan belajar

c.       Partisipasi masyarakat terhadap pendidikan Dukungan perbaikan dari masyarakat dapat berupa personil (tenaga ahli, konsultan, guru, pengawas dan lainnya), dana yang diperlukan untuk mendukung tersedianya fasilitas serta dukungan berupa informasi, lembaga dan sikap politis.

B.     HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Pemberdayaan Organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo

Pemberdayaan organisasi yang dilaksanakan di MIS Muhammadiyah Dolopo diantaranya adalah:

a.       Meningkatkan peran masyarakat dalam pemberdayaan manajemen pendidikan, yang maksudnya adalah masyarakat turut serta dalam mengawasi, memantau dan memberi arahan terhadap berjalannya organisasi MIS Muhamamdiyah Dolopo.

b.      Menigkatkan peran masyarakat dalam mengembangkan quality oriented, yang maksudnya adalah masyarakat seperti wali murid, stake holder dan tokoh masyarakat sekitar memeberikan masukan dan harapannya kepada MIS Muhammadiyah Dolopo. Dan sekolah menanggapi hal tersebut.

c.       Meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber belajar,yang diwujudkan dalam membawa peserta didik berkeliling di sekiar lingkungan masyarakat untuk belajar dan mengambil pelajaran darinya.

d.      MIS Muhammadiyah Dolopo melakukan perubahan paradigma, dari paradigma awal menjadi lembaga yang memiliki murid banyak, menjadi lembaga pendidikan yang memenuhi harapan masyarakat dengan kualitas layanan pendidikannya.

e.       MIS Muhammdiyah Dolopo melakukan pengembanan kurikulum berbasis karakter dengan beberapa program kegaiatan unggulan. Baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler. Seperti dauroh tahfidz, pelathan pidato, puisi, melukis dan bela diri.

Sedangkan strategi yang dilakukan dalam memberdayakan organisasi MIS Muhammadiyah Dolopo adalah:

a.       Meningkatkan kalitas layanan pendidikan yang diberikan kepada sisiwa.

b.      Mengembangkan terobosan-terobosan baru pada lembaga pendidikan MIS Muhammadiyah Dolopo yang belum ada di lembaga lainnya

c.       Membagun hubungan kerja dengan MI Muhammadiyah Lamongan dan MI Muhammadiyah Caruban.

d.      Menguatkan semangat otomoni dengan meningkatkan rasa kepemilikan terhadap MIS Muhammadiyah Dolopo.

 

2.      Peningkatan Partisipasi Organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo

Partsipasi organisasi sangat diperlukan agar tercapai tujuan organisasi. Namun adakalanya partisipasi organisasi mengalami penurunan atau perlu adanya peningkatkan. Maka partisipasi organisasi di MIS Muhammadiyah Dolopo bertujuan untuk:

a.       Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggarana program sekolah dengan memberikan dukungan baik secara fianansial, moril, maupun tempat. MIS Muhammadiyah Dolopo menggunakan beberapa faslitas masyarakat seperi musholla untuk kegiatan belajar mengajar mengaji.

b.      Memanfaatkan kemampuan stakeholder untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti memanfaatkan salah satu rumah miliki stakeholder untuk melaksanakan program daurah tahfidz.

c.       Menjadikan stakeholders sebagai pengawas dan pemberi saran bagi sekolah.

d.      Menjamin keputusan dan kebijakan yang diambil oleh MIS Muhammadiyah Dolopo merupakan umpan balik dari saran yang diberikan oleh stakeholder dan masyarakat.

Dalam meninkatkan partisipasi ini, selain stakeholder ada pihak-pihak lain yang juga berperan. Seperti:

a.       Kepala masrasah MIS Muhamamdiyah Dolopo yang menjaga hubungan baik antara masyarakat, dan antara anggota sekolah. Dengan selalu melakukan musyawarah dan komunikasi efektif dua arah.

b.      Para wali murid berpartisipasi dalam mendidik putra-putrinya selama pembelajaran daring, mengikuti kergiatan lomba, kegiatan daurahtahfidz, dan kegiatan ekstrakulikuer lainnya.

c.       Masyarakat juga berpartisipasi dalam program sekolah dengan memberikan dukungan fasilitas-fasilitas mayarakat seperti musholla dan lapangan untuk kegiatan sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH MI MUHAMMADIYAH DOLOPO

MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF (TEORI DAN APLIKASINYA DI MADRASAH/SEKOLAH)